Dipecat Trump, Pejabat Keamanan Pemilu AS: Kami Melakukan Hal yang Benar

https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312083 dipecat-trump-pejabat-keamanan-pemilu-as-kami-melakukan-hal-yang-benar-2IozecOvVB.jpg

AMERIKA – Pejabat badan keamanan pemilu Amerika Serikat yang dipecat Presiden Donald Trump melalui Twitter mengatakan, timnya sudah melakukan hal yang benar dan bertekad akan tetap mengamankan masa depan.

Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan, ia memberhentikan Kepala Keamanan Siber dan Prasarana (Cisa), Chris Krebs, karena pernyataannya terkait pemilihan presiden disebut tidak akurat.

Trump masih menolak untuk mengakui kekalahannya dalam Pilpres AS dan mengeluarkan banyak klaim bahwa kecurangan terjadi secara “masif.” Para pejabat pemilu mengatakan, Pilpres pada November 3 adalah pemilu “yang paling aman” dalam sejarah AS.

Baca juga:

China Menyatakan Bersikap Netral dalam Pilpres AS

Lapor ke Mahkamah Agung, Trump Ingin Penghitungan Suara Dihentikan   

Menanggapi pemecatannya, Krebs mengatakan, melalui Twitter, “Merasa terhormat telah mengabdi. Kami melakukan hal yang benar. Pertahankan hari ini. Amankan masa depan. #Protect2020 (lindungi pemilu 2020),” tulis Krebs.

Cuitan ini ditanggapi puluhan ribu komentar dan populer di Twitter. Banyak di antara pengguna yang memuji keberaniannya.

“Anda adalah pahlawan bangsa ini. Terima kasih telah mempertahankan kebenaran dan membantu mengamankan pemilu kita,” cuit salah seorang pengguna.

Sejumlah lainnya terutama pendukung Trump, tetap mengangkat kecurangan yang sejauh ini tidak terbukti.

 

Krebs – pejabat yang ditunjuk sendiri oleh Trump – adalah pejabat terakhir yang dipecat presiden AS itu menyusul kekalahannya. Menteri Pertahanan Mark Esper juga dipecat di tengah laporan bahwa Trump meragukan loyalitas pemimpin Pentagon ini.

Muncul spekulasi di Washington DC bahwa sebelum Trump angkat kaki dari Gedung Putih pada Januari mendatang, direktur badan keamanan CIA, Gina Haspel dan direktur biro penyelidik federal, FBI, Christopher Wray, mungkin juga akan dipecat.

Seperti para pejabat lain yang dipecat Trump, Krebs baru mengetahui bahwa ia dipecat melalui cuitan Trump pada Selasa 17 November 2020. Krebs mulai menjabat dua tahun lalu menyusul tudingan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Untuk mengantisipasi kemungkinan serangan siber, Cisa bekerja sama dengan para pejabat pemilihan negara, dan juga perusahaan-perusahaan swasta yang memasok sistem pemilihan. Badan ini juga mengawasi penghitungan suara.

1
2

  • #Donald Trumps
  • #Joe Biden-Kamala Harris
  • #Pilpres Amerika Serikat 2020
  • #Pilpres Amerika 2020
  • #pemerintahan trump

Next Post

Bahas DPT Pilkada, Komisi II Panggil Dirjen Dukcapil, KPU, dan Bawaslu

Kam Nov 19 , 2020
JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia menyampaikan, pihaknya akan terus memastikan kesiapan dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Dalam rangka memastikan kesiapan tersebut, Doli menyampaikan bahwa pada hari Kamis (19/11/2020), pihaknya berencana akan kembali menggelar rapat bersama pemerintah […]