Cerita Nelayan Terombang-ambing 3 Hari Usai Kapal Terbalik Diterjang Badai

https: img.okezone.com content 2020 11 16 340 2310090 cerita-nelayan-terombang-ambing-3-hari-usai-kapal-terbalik-diterjang-badai-MaOhoGFuOy.jpg

PESISIR BARAT – Dua nelayan asal Pesisir Barat Lampung yang sempat dinyatakan hilang, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keduanya ditemukan oleh awak kapal barang yang melintasi perairan Walur, Jumat 13 November 2020 pagi. 

Setelah terombang-ambing di tengah laut selama tiga hari, akhirnya Jas Budaya (50) dan Syafrudin (47) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Nelayan yang diketahui merupakan kakak beradik itu, ditemukan di atas perahunya dalam keadaan lemas oleh awak kapal barang di Perairan Walur yang sedang melintasi perairan tersebut.

Korban bercerita, sesampainya di lokasi atau spot pemancingan, keduanya dihadang badai dan perahunya dihantam ombak sehingga terbalik.

“Kami berangkat jam 5 sore hari Rabu untuk memancing ikan, sampai di perairan ujung Walur kapal kami kena badai dan terbalik. Di tengah laut itu terombang-ambing 3 hari 3 malam, selama itu ada 4 kapal yang lewat tapi cuma 1 yang mau berhenti yaitu kapal barang, kami disuruh naik dan kami ceritain kejadiannya lalu kami diantarkan ke Pantai Labuhan Jukung,” ungkap Jas Budaya.

Baca juga: Dihantam Cuaca Buruk, Seorang Nelayan di Bangka Selatan Hilang

Saat ini, kedua korban yang dilaporkan hilang sejak 11 September lalu itu akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarganya di Pekon (desa) Kampung Jawa, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Lampung Barat, Iptu Zulkifli menjelaskan, lokasi penemuan kedua korban tersebut berada 50 mil dari Dermaga Kuala Stabas. Keduanya ditemukan sekitar pukul 9 pagi.

“Korban berhasil ditemukan dihari ketiga pencarian di perairan Walur Bengkulu. Di mana jarak dari dermaga Kuala Stabas ke titik penemuan tersebut sejauh 50 mil,” jelasnya 

Tak lupa, Iptu Zulkifli juga mengimbau kepada nalayan di Pesisir Barat Lampung untuk selalu berhati-hati dan tidak melupakan SOP di saat berlayar, demi keselamatan. 

“Kami Polairud menghimbau kepada nelayan khususnya nelayan Pesisir Barat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktifitas. Jika kondisi cuaca sedang buruk jangan memaksakan untuk melaut. Adapun SOP pelayaran pun harus di kedepankan, seperti membawa GPS, SSB, life jacket dan ring buoy,” imbuh Zulkifli. 

1
2

  • #nelayan
  • #Pesisir Barat Lampung
  • #Nelayan Hilang

Next Post

Kolonel Ridwan Dibegal saat Bersepeda, TNI AU Siap Bantu Polisi Ungkap Pelaku

Sen Nov 16 , 2020
TANGSEL – Seorang perwira TNI AU berpangkat Kolonel jadi korban begal saat bersepeda di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).  Korban bernama Ridwan Gultom menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, usai pembegalan pada Sabtu 14 November 2020 pagi. Meskipun sempat pingsan saat terjatuh di aspal, […]