Bunuh Istri dan Anaknya, Suami : Saya Sayang Dia

https: img.okezone.com content 2020 10 03 340 2287999 bunuh-istri-dan-anaknya-suami-saya-sayang-dia-3s2yBV1zxj.jpg

PONTIANAK – Tak banyak yang dapat dilakukan Al, warga Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat ini. Ia hanya bisa pasrah dan terus-terusan menangis. Ia adalah tersangka dalam kasus pembunuhan yang terhadap istrinya, SS (39) dan anak tirinya, GB (19), pada Senin 21 September 2020.

“Kepada pihak keluarga istri saya, saya menyampaikan rasa menyesal,” ucap Al sambil menangis saat Polresta Pontianak menggelar konferensi pers pengungkapan kasus, Sabtu (3/10/2020).

Al yang diketahui beristri delapan ini terus mengucapkan permohonan maafnya. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga istri saya. Saya akui kesalahan ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kepada warga negara Indonesia juga saya mohon maaf, saya memang salah,” ucapnya.

Al yang sempat minum racun rumput saat hendak ditangkap ini mengaku sayang dengan SS. “Istri pernah minta cerai, tapi saya tidak mau. Saya sayang sama dia,” katanya.

Ia mengaku khilaf atas perbuatannya membunuh istri sirihnya tersebut.

“Itulah kenapa itu terjadi seperti ini. Benar-benar khilaf saya. Itulah yang terjadi. Saya salah dan siap menjalani hukuman atas perbuatan saya,” ucap Al.

Al yang tak berdaya ini kemudian digiring ke ruang penyidik untuk diperiksa lebih lanjut. Meski maaf terus terucap, Al tetap dihukum.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 dan atau 338 dan atau 351 dengan hukuman pidana seumur hidup,” tutur Kapolresta Pontianak, Kombes Komarudin.

Sebagaimana diketahui, jasad SS dan GB ditemukan dua hari setelah nyawa mereka dihabisi dengan benda tumpul oleh Al. Kedua jenazah itu ditemukan tergeletak penuh dengan darah di ruang berbeda dalam rumah korban di Jalan Tanjung Harapan, Banjar Serasan, Pontianak Timur pada Sabtu (3/10/2020), pada Rabu 23 September 2020.

Baca Juga : Pria yang Minum Racun saat Hendak Ditangkap Akui Bunuh Anak dan Istri

Polisi sedikit terkendala dalam mengungkap kasus ini karena alat bukti yang ada sangat minim. Jejak yang ditinggalkan Al di lokasi kejadian pun susah terlacak. Namun, karena kekompakan dan keseriusan tiga tim yang dibentuk, Al berhasil ditangkap di Sukalanting, Kubu Raya, Jumat 2 Oktober 2020 dini hari.

“Tersangka sempat mencoba bunuh diri dengan meminum racun rumput. Beruntung anggota kita sigap menepis tangannya dan membawa ke rumah sakit. Sehingga kondisinya sudah membaik sekarang dan kasus ini bisa terungkap,” tutur Komarudin.

Baca Juga : Rekonstruksi Pembunuhan Ibu & Anak Ricuh, Keluarga Korban Ngamuk Mau Tinju Pelaku

1
2

  • #Polresta Pontianak
  • #pontianak
  • #Pembunuhan Ibu dan Anak
  • #Pembunuhan di Pontianak
  • #Kasus pembunuhan

Next Post

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Cipta Kerja ke Paripurna

Ming Okt 4 , 2020
JAKARTA – Sebanyak tujuh fraksi menyetujui keputusan Tingkat I Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja untuk dibawa ke Rapat Paripurna. Namun, terdapat dua fraksi yang menolak, yaitu Demokrat dan PKS. Hal tersebut usai Baleg DPR melakukan rapat kerja pengambilan keputusan tingkat I di Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (3/10/2020) malam. Dalam […]