Buang Koleksi Pornografi Putranya, Orangtua Diperintahkan Ganti Rugi Rp1 Miliar

https: img.okezone.com content 2020 12 21 18 2331492 buang-koleksi-pornografi-putranya-orangtua-diperintahkan-ganti-rugi-rp1-miliar-9AsuNq9xzE.jpg

MICHIGAN – Seorang anak memenangkan gugatan hukum terhadap orangtuanya yang membuang koleksi mainan seks dan pornografinya, yang bernilai USD29.000 (sekira Rp411 juta). Hakim Distrik Paul Maloney memenangkan David Werking, (42 tahun), mengatakan bahwa orangtuanya tidak punya hak untuk menyingkirkan koleksi pornografi miliknya.

Werking, seorang pecandu pornografi, marah saat menemukan 12 kotak simpanan video panasnya yang berharganya telah dibuang, termasuk film kesayangannya ‘Frisky Business’ dan ‘Big Bad Grannys’.

BACA JUGA: Pria AS Tuntut Orangtuanya di Pengadilan karena Buang Koleksi Porno Senilai Rp408 Juta

Holland Sentinel melaporkan, ibu dan ayah Werking terkejut dengan penggambaran kekerasan seksual, pebudakan dan hubungan seks inses dengan anak di bawah umur yang ditampilkan dalam video-video porno milik putra mereka.

Daftar dari koleksi itu mengungkapkan bahwa Werking telah mengumpulkan 1.605 DVD porno dan kaset VHS, ditambah sekitar 50 mainan dan perlengkapan seks.

“Bahwa kamu akan membeli dan menonton film yang menggambarkan kekerasan seperti itu adalah di luar batas,” kata Paul Werking, sang ayah, sebagaimana dilansir The Sun.

“Saya tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan kedalaman keterkejutan dan kekecewaan saya.

“Salah satu alasan saya menghancurkan pornografi Anda adalah untuk kesehatan mental dan emosional Anda sendiri. Saya akan melakukan hal yang sama jika saya menemukan satu kilo kokain,” ujarnya.

BACA JUGA: Dokumenter Klaim Osama Bin Laden Gunakan Koleksi Pornografi untuk Kirim Pesan Rahasia

Marah atas tindakan orangtuanya, Werking mengajukan gugatan hukum meminta ganti rugi hingga tiga kali lipat dari nilai kerugiannya, yang ditaksir mencapai USD29.000. Alhasil, keputusan orangtua Werking bisa membuat mereka kehilangan hingga USD75.000 atau lebih dari Rp1 miliar.

“Kami telah meminta pengadilan untuk ganti rugi tiga kali lipat, yang kami yakini dijamin dengan penghancuran yang sewenang-wenang,” kata pengacara Werking, Miles Greengard.

“Ini adalah kumpulan barang dan properti yang sering tak tergantikan.”

Werking telah tinggal di rumah orangtuanya di Grand Haven selama sepuluh bulan setelah perceraian, sebelum pindah ke Muncie, Indiana. Tapi kemarahan berkobar ketika dia menemukan bahwa kotak film dan majalah eksplisitnya yang bernilai sekitar USD29.000 hilang, dan setelah bertanya kepada orangtuanya, dia mengetahui mereka telah membuang koleksi tersebut.

Hakim Distrik Paul Maloney di Pengadlan Kalamazoo memutuskan untuk memenangkan gugatan Werking, menyebut koleksi itu sebagai “harta pornografi dan berbagai mainan seks”.

Dalam pembelaan mereka, Beth dan Paul Werking bersikukuh bahwa mereka memiliki hak untuk bertindak sebagai tuan tanah dan menyingkirkan materi ofensif dari rumah mereka. Tetapi pembelaan itu ditolak oleh hakim yang mengatakan tidak ada hukum kasus yang mendukung alasan mereka, bahwa “tuan tanah dapat menghancurkan properti yang tidak mereka sukai”.

Departemen Sheriff Wilayah Ottawa memeriksa pornografi tersebut juga tidak menemukan video pelecehan anak dalam koleksi David.

Maloney meminta kedua belah pihak untuk memberikan penjelasan tentang nilai finansial dari koleksi tersebut. Mereka memiliki waktu hingga pertengahan Februari tahun depan untuk mengajukan pengajuan tertulis tentang kerusakan.

1
2

  • #Pornografi
  • #Kecanduan Pornografi
  • #Jagat Unik
  • #Amerika Serikat

Next Post

Waspada, Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan Disertai Kilat

Sel Des 22 , 2020
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta agar warga Jakarta waspada terhadap kondisi cuaca hari ini, Selasa (22/12/2020). Pasalnya, hampir seluruh daerah di Jakarta berpotensi dilanda hujan disertai petir dan angin kencang, saat pagi menjelang siang hari.  “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang […]