Bogor Zona Merah Corona, Anak-Anak dan Lansia Diimbau Tidak Keluar Rumah

https: img.okezone.com content 2020 08 28 338 2269273 bogor-zona-merah-corona-anak-anak-dan-lansia-diimbau-tidak-keluar-rumah-QVA1ThRUfd.jpg

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mengimbau anak-anak dan juga masyarakat yang lanjut usia (lansia) untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Sebab, kasus positif covid-19 dari klaster rumah tangga menempati urutan tertinggi.

“Ada sekitar 45 keluarga dengan kasus 189 orang positif covid-19, ini harus kita waspadai. Dari data menunjukkan bahwa dari yang positif covid-19 anak-anak dan lansia dengan mobilitas yang tinggi itu terpapar,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya kepada wartawan, di Balai Kota Bogor, Jumat (28/8/2020).

Bima menekankan, klaster rumah tangga ini harus diwaspadai karena di transmisi lokal sudah banyak terjadi penularan. Berdasarkan data kasus positif covid-19 di Kota Bogor, selama dua pekan terakhir menunjukkan lonjakan yang cukup tajam.

“Dari data swab seluruh kasus positif Covid-19, ada 49 persen itu berasal dari penelusuran atau tracing orang yang positif. Kemudian orang yang memiliki gejala yang ingin diswab 24 persen, swab masif di tempat umum, tempat bekerja, kantor, pasar dan lainnya 18 persen dan 7 persen hasil screening warga dari luar kota. Kami simpulkan test dan tracing kita yang gencar itu menyebabkan lonjakan,” bebernya.

Baca Juga : Novel Baswedan Positif Covid-19, Pak RT: Kita Juga Takut ke Sana

Untuk itu, Pemkot Bogor dan jajaran Forkopimda sepakat mulai besok akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas dengan melibatkan unsur TNI-Polri dalam pengawasannya.

“Artinya berskala mikro ini, pembatasan aktivitas kegiatan di RW-RW yang zona merah. ASN, TNI dan Polri akan melakukan pengawasan ketat kegiatan-kegiatan di RW zona merah ini,” tutup Bima.

(aky)

  • #Bima Arya
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Zona Merah COVID-19
  • #Kota Bogor Zona Merah
  • #Virus Corona

Next Post

Kejagung Buka Opsi Kenakan Pasal Pemufakatan Jahat ke Jaksa Pinangki

Sab Agu 29 , 2020
Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka opsi mengenakan pasal pemufakatan jahat ke jaksa Pinangki, yang merupakan tersangka kasus suap Djoko Tjandra. Kejagung mengatakan pasal tersebut juga sudah didiskusikan. “(Pasal pemufakatan) itu sudah kita diskusikan. Tidak itu sajalah, banyak beberapa yang kita sangkakan pasal yang kita konstruksikan untuk Pinangki,” kata Dirdik […]