BNPB Waspadai Fenomena Gerakan Tanah dan Dampak La Nina

https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297554 bnpb-waspadai-fenomena-gerakan-tanah-dan-dampak-la-nina-wk431gf5p5.jpg

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewaspadai fenomena gerakan tanah dan dampak La Nina di Tanah Air. Wilayah Indonesia bagian tengah dan timur diketahui memiliki potensi gerakan tanah cukup tinggi pada Oktober 2020.

Adapun beberapa wilayah tengah dan timur Indonesia yang berpotensi terjadi pergerakan tersebut meliputi Sulawesi Tengah bagian tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan bagian utara, Kepulauan Maluku dan Papua.

Di sisi lain, pergerakan tanah tersebut mulai meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti sepanjang Pulau Sumatera di bagian barat dari Aceh hingga Lampung, Pulau Jawa di bagian barat dan selatan, Kalimantan Barat di bagian timur, Kalimantan Tengah bagian tengah, Kalimantan Timur bagian tengah dan Kalimantan Utara.

“Menurut analisa sementara, terjadinya gerakan tanah tersebut dipicu oleh sejumlah faktor seperti lereng yang curam, terdapat retakan di atas bukit tanah pelapukan yang tebal dan labil, adanya saluran drainase yang kurang baik dan terjadinya hujan lebat sebelum dan saat terjadi gerakan tanah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Begini Kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia Hadapi Fenomena La Nina 

Raditya menambahkan, BNPB juga mengantisipasi dampak dari fenomena La Nina yang rentan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor, hingga banjir bandang. Adapun wilayah yang diperkirakam terdampak La Nina meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Riau, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo dan Maluku.

Selain pergerakan tanah, dampak La Nina juga dapat memicu terjadinya angin kencang, gelombang tinggi/pasang hingga banjir bandang.

BNPB merekomendasikan agar seluruh pemangku kebijakan tiap-tiap daerah mulai dari tingkat provinsi hingga pemerintah desa dapat melakukan upaya kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Pastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” tuturnya.

Baca Juga: Antisipasi La Nina, Kepala BNPB: Mitigasi Nonstruktural Paling Penting! 

(Ari)

  • #BNPB
  • #cuaca
  • #La Nina
  • #Cuaca ekstrem

Next Post

PSBB Tangerang Kembali Diperpanjang Sebulan

Kam Okt 22 , 2020
TANGERANG – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang, Banten resmi diperpanjang kembali. Keputusan perpanjangan PSBB ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Krp.241-Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Kedua Pembatasan sosial Berskala Besar di Provinsi Banten. Hal ini juga disebabkan karena wilayah Tangerang masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. […]