Berikut Prokes Covid-19 yang Harus Diperhatikan Selama Libur Nataru

https: img.okezone.com content 2020 12 21 337 2331210 berikut-prokes-covid-19-yang-harus-diperhatikan-selama-libur-nataru-7TjMDmc6Mj.jpg

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 merilis surat edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Surat edaran itu diperuntukkan bagi bagi bara pelaku perjalanan.

Dalam surat edaran tersebut tertuang bahwa bagi masyarakat yang ingin bepergian di dalam maupun dari luar negeri selama liburan Natal dan Tahun Baru 2021 wajib mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan rapid test antigen.

Hal tersebut tertuang dalam poin Ketiga, yakni pelaku perjalanan dalam negeri harus mengikuti sejumlah ketentuan. Di mana setiap individu yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum harus bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Libur Nataru, Ribuan Satpol PP DKI Dikerahkan Antisipasi Kerumunan

Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

“Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia,” seperti dikutip dari surat edaran tersebut, Senin (21/12/2020).

Sedangkan untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota), pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara dan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Baca Juga: Pemprov Jatim Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Libur Nataru

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api;

“Untuk Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan,” kata surat edaran tersebut.

Untuk perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek) tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan;

Dalam keadaan tertentu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah dapat melakukan tes acak (random test) rapid test antigen maupun RT-PCR jika diperlukan. Selain itu mengenai Jawa dan Bali, rapid test antibodi masih boleh digunakan sesuai ketentuan yang ada;

“Apabila hasil rapid test antigen atau antibodi pelaku perjalanan nonreaktif/negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan,” terang surat tersebut.

Untuk perjalanan dengan menggunakan moda transportasi laut mengikuti kebijakan yang sudah berlaku, terkecuali bagi perjalanan menuju dan dari Pulau Bali yang wajib menggunakan rapid test antigen;

Kementerian/lembaga/perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi terkait perhubungan darat/laut/udara/perkeretaapian menindaklanjuti Surat Edaran ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum dengan mengacu pada Surat Edaran ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat edaran itu diteken Doni Monardo, Kepala BNPB dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ini berlaku sejak 19 Desember hingga 8 Januari 2021 dan dapat diubah sesuai perkembangan situasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengatakan ketentuan ini merupakan bagian upaya menanggulangi penularan. Hal itu berkaca pada pengalaman liburan sebelumnya dimana terjadi peningkatan jumlah kasus penularan Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia.

“Pengalaman tiga liburan sebelumnya, mobilitas warga selalu memicu peningkatan kasus penularan baru. Oleh karena itu sudah seharusnya warga untuk lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Semua diatur dalam surat edaran terbaru ini,” kata Wiku, dalam siaran pers, Minggu 20 Desember 2020.

Selain mewajibkan rapid test antigen, ada ketentuan dalam SE tersebut antara lain kewajiban menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.

Jika perjalanan penerbangan kurang dari dua jam, pelaku perjalanan dilarang untuk makan dan minum, dengan pengecualian individu yang mengonsumsi obat untuk kesehatan dan keselamatannya.

1
3

  • #Satgas Covid-19
  • #Virus Corona
  • #Corona Virus
  • #Covid-19
  • #Tahun Baru
  • #Natal
  • #Libur Nataru

Next Post

Diplomat Datangi Markas FPI, Kedubes Jerman Minta Maaf

Sen Des 21 , 2020
JAKARTA – Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman meminta maaf atas peristiwa kedatangan diplomat Kedubes Jerman di Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI), di Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis 17 Desember 2020. Permintaan maaf tersebut diutarakan saat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meminta klarifikasi dan menyampaikan protes ke Kedubes Jerman atas kejadian tersebut, pada […]