Bareskrim Polri Kebut Pemberkasan Kasus TPPO di Venesia BSD

https: img.okezone.com content 2020 08 25 337 2266884 bareskrim-polri-kebut-pemberkasan-kasus-tppo-di-venesia-bsd-8JUIF61uD1.jpg

JAKARTA – Penyidik Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terus bergerak cepat melakukan pemberkasan terhadap enam tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di tempat karaoke Venesia BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes John W Hutagalung menjelaskan, saat ini penyidik terus memeriksa enam tersangka tersebut dan menyesuaikan barang bukti dengan perkara yang terjadi. Ini dilakukan agar berkas sempurna sebelum dikirim ke Kejaksaan.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap para tersangka dalam rangka pemberkasan perkara,” ujar John saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Namun, John mengatakan, penyidik belum mengetahui berkas perkara tindak pidana perdagangan orang ini akan dilimpahkan ke mana. Sejatinya ingin diserahkan ke Kejaksaan Agung, tapi tertunda karena terjadinya kebakaran.

“Pemberkasan masih proses. Harusnya ke Kejagung (Kejaksaan Agung), tapi masih kebakaran kemarin. Kita lihat situasi yang terbaiknya,” tutur John.

Lebih lanjut dia menekankan belum ada penetapan tersangka baru dalam perkara TPPO di tempat karaoke Venesia BSD, Tangerang Selatan, Banten. Sejauh ini enam orang yang ditetapkan tersangka yakni tiga muncikari dan tiga manajemen perusahaan.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim bersama TNI Pomdam Jaya menggerebek tempat karaoke Venesia BSD, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu malam, 19 Agustus 2020.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri sebanyak empat puluh tujuh wanita pemandu lagu, alat kontrasepsi, dan sejumlah muncikari diamankan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan, dalam hal ini para tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO). “Pasal 2 UU 21 tahun 2007 tentang TPPO,” kata Ferdy kepada Okezone, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Baca Juga : Pengelola Dipanggil, Izin Venesia Karaoke & Spa Terancam Dicabut

Jeratan pasal itu mengancam para pelaku dengan hukuman minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun kurungan bui. Hal itu tertuang dalam Pasal 2 ayat (1) tentang TPPO. Adapun bunyi Pasal 2 ayat (1) tentang TPPO.

Baca Juga : Kecolongan soal Venesia Karaoke, Pemkot Tangsel Klaim Telah Lakukan Pengawasan

1
2

  • #bareskrim polri
  • #Tindak Pidana Perdagangan Orang
  • #TPPO
  • #polri
  • #Karaoke BSD
  • #prostitusi terselubung
  • #Karaoke Venesia BSD

Next Post

Peristiwa 25 Agustus: Pasukan Inggris Bakar Washington DC hingga Neil Armstrong Meninggal

Sel Agu 25 , 2020
JAKARTA – Beberapa peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 25 Agustus. Untuk mengingat serta menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org: 1814 – Perang Amerika-Inggris: Pasukan Inggris membumihanguskan Kota Washington, DC Pada 25 Agustus 1814, Pasukan Inggris membakar Kota Washiton […]