Alunan Musik Dangdut Lemaskan Personel Damkar saat Swab Test Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 09 24 338 2283348 alunan-musik-dangdut-lemaskan-personel-damkar-saat-swab-test-covid-19-P0AFaplG1c.jpg

BEKASI – Alunan musik dangdut terdengar keras di Kantor Dinas Kebakaran Kabupaten Bekasi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Cikarang Barat, Kamis (24/9/2020). Alunan musik dangdut ini sengaja dihidupkan dengan suara keras guna menurunkan ketegangan sejumlah personel pemadam kebakaran yang tengah melakukan swab tes Covid-19.

Sebanyak 264 personel dengan bibir sambil tersenyum mengikuti arahan tes dari petugas medis pemerintah. Musik dangdut yang dipasang melalui pengeras suara itu berhasil membuat rasa was-was mereka hilang. Para penjinak api ini pun terlihat lebih rileks, tidak lagi mengkhawatirkan bagaimana hasil swabnya.

”Awalnya tegang takut positif, tapi saat musik dangdut mengudara, sedikit rilek dan santai,” kata Agus Dani, salah pejabat Dinas Kebakaran, Kamis (24/9/2020).

 Swab tes

Sebelum ada musik, kata dia, semua personel merasa sangat cemas untuk mengikuti tes usap tersebut. Sebab, semuanya megkhatirkan hasil dari tes tersebut apakah positif atau negatif Covid-19. Dengan adanya lantunan irama dangdut, semua personel yang awalnya terdiam langsung rileks dan satu persatu mengikuti tes swab.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengakui, saat dia menginformasikan bahwa semua pegawainya wajib mengikuti tes swab, mereka langsung terlihat stres, tegang dan ketakutan.

”Awalnya tegang, tapi sudah mencair. Wajar saja mereka baru pertama kali mengikuti tes ini, jadi sedikit menegangkan,” katanya.

Melihat kondisi itu, Hasan langsung berinisiatif memutarkan musik dangdut agar suasana menjadi cair. Walaupun personelnya tersebut memang terbiasa menghadapi situasi apapun, mulai dari kebakaran hebat hingga upaya penyelamatan warga masyarakat. Namun, tes usap merupakan barang baru bagi mereka.

“Maka dari itu, bagaimana caranya kami coba dengan musik dangdut biar santai. Enggak tegang mikir macam-macam. Petugas juga terhibur,” ucapnya.

Kendati para personelnya kerap terjun ke lapangan, Hasan memastikan, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Para personel wajib mengenakan masker dan jaga jarak saat bertugas dilapangan.

Hasan menceritakan, selama pandemi Covid sejak Maret lalu, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran tetap memberlakukan protokol kesehatan dan personel yang sedang di lapangan wajib menggunakan masker, berjaga jarak untuk menekan penyebaran.

”Semoga hasil swab nanti semuanya negatif, karena mereka garda terdepan disetiap peristiwa,” harapnya.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, tes swab PNS menjadi salah satu prioritas pencegahan covid-19. Setidaknya, pemerintah menargetkan pengetsan 500 spesimen PNS setiap harinya.

”Kalau dihitung dari Jumat, Senin, Selasa, dan Rabu, berarti sudah ada sekitar 2.000-an PNS yang menjalani tes swab. Dalam sehari 500 orang,” katanya.

Pemeriksaan ini wajib untuk semua pegawai, termasuk non ASN, seperti honorer dan THL. Hal itu dilakukan untuk memetakan penyebaran virus corona di ruang lingkup pemerintahan. Sehingga, dengan adanya hasil tes swab pegawainya tersebut bisa memastikan kesehatan para pegawai dalam memberikn pelayanan kepada masyarakat Bekasi.

Untuk diketahui, hasil tes swab yang dilakukan terhadap pegawai pemerintah tersebut menemukan tiga orang pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. Hanya saja, pegawai yang terpapar corona tersebut masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini sudah dibawa untuk mengikuti isolasi di tempat karantina Bapelkes, Cikarang Utara.

1
3

  • #Covid-19
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona
  • #SwAB Test

Next Post

Pengamat kritisi PKPU yang masih perbolehkan tatap muka saat kampanye

Kam Sep 24 , 2020
Jakarta – Deputi Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Hurriyah mengkritisi adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2020 yang masih membuka ruang adanya pertemuan tatap muka pada tahapan kampanye di Pilkada Serentak 2020. "Mengenai Peraturan KPU yang baru keluar, saya sangat menyayangkan karena di dalam […]