Alasan Terbanyak Warga Ketika Dihukum karena Tak Pakai Masker: Lupa!

https: img.okezone.com content 2020 09 16 519 2278418 alasan-terbanyak-warga-ketika-dihukum-karena-tak-pakai-masker-lupa-FsMvI4pOcH.JPG

KOTA MALANG – Tim Satgas Protokol Kesehatan Covid-19 melakukan operasi yustisi ke sejumlah titik di Kota Malang. Tim yang dipimpin oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang bergerak dari kawasan Balai Kota Malang pada Selasa malam (15/9/2020), menyasar sejumlah titik kerumunan warga.

Tim Satgas yang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) menuju titik pertama di sebuah kafe di Jalan Bondowoso. Di kafe ini tim menemukan pengelola kafe masih belum memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, dengan menemukan kursi yang masih berdekatan.

Sutiaji tampak menegur pengelola kafe dan pengunjung yang mengabaikan jaga jarak bagi kursi – kursi di kafenya. Tim Satgas juga mengingatkan pengunjung kafe tetap menerapkan jaga jarak meski asyik ngopi.

Bergerak ke titik kedua di kawasan Jalan Soekarno Hatta, tim gabungan menjumpai puluhan warga yang tak mengenakan masker. Satu per satu warga yang tak bermasker dikumpulkan. Para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 ini diberikan sanksi berupa push-up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu ‘Bagimu Negeri’, dan melafalkan pancasila.

Mayoritas warga mengaku lupa tak mengenakan masker. Menariknya ada sejunlah warga yang panik melihat adanya operasi gabungan dan baru memakai maskernya mendekati petugas, alhasil ia pun tak luput dikenakan sanksi.

“Nanti sebelum diterapkan punishment berupa denda, sudah selalu diingatkan. Kesepakatan bersama bahwa Covid-19 ini tidak boleh kita pandang sebelah mata dengan cara disiplin,” ucap Wali Kota Malang Sutiaji.

Dirinya meminta warga Kota Malang untuk terus sadar dan disiplin menggunakan masker sebelum penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Mulai besok kita mulai tindak, sudah disidang di tempat. Bagi yang kena, tidak pakai masker, maka mau tidak mau, kita ada akan sanksi. Bagi mereka yang tempat usaha, nggak menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, tentu juga akan kita ambil sanksi,” tutupnya.

(kha)

  • #Protokol Kesehatan
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona
  • #Malang

Next Post

Kemendikbud Sebut Pandemi Covid-19 Beri Tantangan ke Tenaga Pendidik untuk Kreatif

Rab Sep 16 , 2020
JAKARTA – Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril mengatakan dalam situasi pandemi Covid-19 memberikan sebuah tantangan kepada para pendidik. “Pada saat yang bersamaan Covid-19 ini memberikan sebuah tantangan kepada para pendidik,” kata Iwan dalam acara webinar Kemendikbud, Selasa (15/9/2020). Selain memberikan sebuah […]