Akhirnya Tertangkap, Pria Pelaku Pelecehan 2 Wanita saat Sholat di Mushalla Sempat Lari Tanpa Celana

JAKARTA – Anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual, terhadap dua wanita ketika menunaikan shalat di salah satu mushollah di daerah Jatinegara.

Perbuatan pelaku itu viral di media sosial lewat tayangan video ketika melakukan tindakan pelecehan terhadap wanita yang sedang salat. Saat ini, polisi masih memeriksa pria tersebut.

Baca juga:  Pelaku Pelecehan 2 Wanita yang Sedang Shalat di Musholla Ditangkap Polisi

Berdasarkan keterangan pengurus musholla, Parman (52) mengatakan, modus pelaku yaitu menempelkan alat kelaminnya ke ibu-ibu yang lagi shalat Asar dari belakang. Kejadiannya terekam CCTV.

Aksi pelaku yang tidak disadari para jamaah Musala Al-Amin pria, lantaran shaf perempuan berada di bagian lantai dua dan saat kejadian sedang salat. Setelah buka celana pelaku lalu pakai sarung, kemudian menempelkan alat vitalnya ke bagian belakang korban. Korbannya sempat enggak sadar, ada dua ibu-ibu yang jadi korban.

 Baca juga: Tukang Pijat Nekat Rekam Pasiennya saat Mandi

Parman menuturkan, saat kejadian terdapat empat jemaah perempuan, satu di antaranya menyadari aksi korban lalu berteriak sehingga pelaku melarikan diri dalam keadaan tanpa celana.

Mendengar teriakan tersebut Parman menghentikan Salat Asarnya lalu bergegas naik ke lantai dua hingga akhirnya mengetahui kronologis kejadian dan mengejar pelaku yang kabur.

Sebelumnya pelaku sempat berupaya melarikan diri ke arah Jalan Raya Bekasi Timur lokasi Musala Al-Amin berada, beruntung Parman berhasil meringkus pelaku kemudian mengamankan ke Pos Polisi Sektor Rawa Bunga.

(wal)

1
1
  • #Polres Jaktim
  • #Kota Bekasi
  • #Pelaku Pelecehan Seksual
  • #Korban Pelecehan Seksual
  • #Pelecehan Seksual

Next Post

Pelaku usaha penyiaran Sulbar diminta beralih ke siaran digital

Sab Jun 5 , 2021
Migrasi siaran harus dilakukan Mamuju – Pelaku usaha lembaga penyiaran di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk beralih ke siaran digital sesuai kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia. "Menyongsong kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo terkait dengan penghentian siaran televisi analog atau analog switch off/ASO, maka migrasi siaran […]