Akankah Habib Rizieq Masuk Partai Politik?

https: img.okezone.com content 2020 11 12 337 2308234 akankah-habib-rizieq-masuk-partai-politik-CWD3jeHfqD.jpg

JAKARTA – Beberapa tokoh politik sudah menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pasca kembali ke Indonesia. Mulai dari dari pendiri Partai Ummat, Amien Rais hingga petinggi DPP PKS.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menyatakan meskipun setelah tiba di Tanah Air dikunjungi petinggi partai politik, sangat kecil kemungkinan Habib Rizieq akan bergabung menjadi kader.

“Namun menurut hemat saya, kebesaran HRS (Habib Rizieq Shibab) itu karena dia tidak berpartai dan tak berpartisan,” kata Ujang kepada Okezone di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Ujang melanjutkan, sosok Habib Rizieq yang tak berlatar belakang partai politik ini dapat diterima semua golongan. Karena itu apabila tergabung di dalam sebuah partai kemungkinan powernya akan mengecil.

“Jadi lebih baik, seperti saat ini berdiri disemua kelompok kepentingan,” tuturnya.

Maka dari itu menurut Ujang alangkah baiknya Habib Rizieq tak perlu bergabung dengan partai politik. Justru sepengamatan dia, Pentolan FPI itu bisa menjadi king maker lantaran punya massa yang besar.

“Dan bagusnya jadi king maker,” tutup Ujang.

Baca Juga : Ketua Majelis Syuro PKS: Habib Rizieq Milik Seluruh Umat

Sejumlah tokoh sudah menyambangi kediaman Habih Rizieq. Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan politisi senior yang juga pendiri Partai Ummat Amien Rais.

Kemudian ada juga deklator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marawan Batubara hingga petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

(aky)

  • #PKS
  • #Partai Ummat
  • #habib rizieq
  • #Partai politik

Next Post

Sejumlah Demonstran Tolak Hasil Pemilu Myanmar

Kam Nov 12 , 2020
MYANMAR – Sejumlah demonstran berkumpul di Ibu Kota Myanmar hari Rabu 11 November 2020 setelah partai oposisi utama yang didukung militer menolak hasil pemilu lalu, dengan menyitir adanya ketidakadilan. Kelompok yang beranggotakan sekitar 50 orang itu berdiri di luar kantor Komisi Serikat Pemilu UEC di Naypyitaw. Polisi dengan pentungan dan […]