Ada 1.000 Inovasi Tentang Covid-19 di Indonesia, dari Masker 3 Dimensi hingga Robot Perawat

https: img.okezone.com content 2020 08 26 337 2267467 ada-1-000-inovasi-tentang-covid-19-di-indonesia-dari-masker-3-dimensi-hingga-robot-perawat-KKMgfab4Fx.jpg

JAKARTA – Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam mengatakan Pandemi Covid-19 memunculkan banyaknya inovasi dari perguruan tinggi.

‘’Kita lihat dari masa pandemi ini dari kampus melahirkan rekacipta yang dahsyat sekali. Lebih dari 1000 invensi dan inovasi yang dihasilkan dari perguruan tinggi,” katanya saat penandatanganan nota kesepahaman bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) DKI Jakarta di Jakarta, Selasa (25/8).

Guru besar fakultas tehnik Universitas Gajah Mada ini menjelaskan, reka cipta yang telah dihasilkan ditengah keterbatasan ini sangat berguna untuk kebutuhan di masa pademi.

Misalnya saja, sebut dia, masker tiga dimensi, robot untuk nurse, drone untuk surveillance, obat-obatan, rapid test yang diciptakan perguruan tinggi dalam dua bulan saja dan juga 11 prototipe ventilator dan dalam beberapa bulan sudah bisa diproduksi dan didistribusikan ke beberapa rumah sakit.

Nizam pun mengapresiasi pembuatan ventilator ini karena ventilator yang dibuat ada dua jenis yakni yang sederhana yakni yang bisa dipakai di mobil ambulans sampai yang dipakai oleh pasien di ruang ICU. ‘’Ini membangun momentum baru bahwa kita bisa jika ada kesungguhan,” ujarnya.

Mantan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud ini menjelaskan, pandemi ini membuka mata banyak pihak bahwa pandemi ini menyebabkan disrupsi dalam skala global dan menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi.

Nizam mengatakan, kemampuan perguruan tinggi untuk beradaptasi ke moda digital terbilang cepat. Kata dia, tidak terbayangkan sebelumnya bahwa dalamdua minggu saja kampus sudah melakukan pembelajaran daring tanpa ada persiapan, pelatihan dan perencanaan yang jelas.

“Tiba-tiba daring. Meski ini transformasi dadakan. Tapi kita evaluasi dan membuat angket ternyata pembelajaran tersampaikan. Tidak kalah dengan pembelajaran physical. Memang banyak kekurangan tapi fakta itu terjadi dan bisa tersampaikan itu transformasi yang sangat cepat,” katanya.

(kha)

  • #Kemenristekdikti
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

Belanja di Pasar Deprok Jatinegara, Wanita Muda Ini Gunakan Uang Palsu

Rab Agu 26 , 2020
JAKARTA – SDS perempuan muda (21) nekad berbelanja kebutuhan dapur menggunakan uang palsu. Aksi culas SDS dilakukannya di Pasar Deprok Jatinegara Jakarta Timur, Selasa (25/8/2020). Awalnya aksi SDS bersama dua orang temannya berjalan mulus. Berbekal uang palsu yang dipegangnya SDS bergaya bak orang kaya mengunjungi semua kios dan membeli keperluan […]