9 Ribu Anak Tewas di quot;Rumah Brutalquot; Khusus Ibu yang Melahirkan Anak di Luar Pernikahan

https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343439 9-ribu-anak-meninggal-di-rumah-brutal-khusus-ibu-yang-melahirkan-anak-di-luar-pernikahan-FVxbyB4Qpr.jpg

IRLANDIA – Sebanyak 9.000 anak meninggal dari ibu yang belum menikah di sebuah “rumah brutal” yang dijalankan Gereja Katolik pada abad ke-20.

Secara total, 15 persen dari 57.000 anak di 18 institusi yang diselidiki oleh Komisi Ibu dan Bayi Rumah Tangga meninggal antara tahun 1922 dan 1998.

Komisi independen mengatakan  institusi atau rumah-rumah tersebut memberikan perlindungan bagi para ibu ketika mereka tidak punya tempat lain untuk berlindung.

Namun para wanita itu menghadapi siksaan emosional yang mengerikan di tangan para biarawati. Mereka dipaksa bekerja kasar dan mendapatkan beberapa julukan kasar serti “orang berdosa”, “kotoran” dan “bibit setan”.

Komisi mengatakan angka kematian yang tinggi di antara bayi menjadi ciri yang paling mengganggu dari lembaga-lembaga ini.

Pada tahun 1945 dan 1946, angka kematian di antara bayi di panti jompo hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional untuk anak yang lahir di luar pernikahan.

(Baca juga: Situs Kemenlu AS Down Usai Umumkan Trump Mundur)

Penyelidikan ini dilakukan enam tahun lalu setelah bukti kuburan massal tak bertanda di Tuam, County Galway, ditemukan oleh sejarawan amatir lokal Catherine Corless.

Laporan ini menindaklanjuti laporan pada 2017 yang menemukan kuburan massal yang berisi sisa-sisa bayi dan anak kecil di bekas rumah Katolik untuk ibu yang belum menikah dan anak-anak mereka di Irlandia.

(Baca juga: Mantan Narapidana Terpilih Sebagai Presiden Baru Kyrgiztan)

Sisa-sisa tulang belulang ditemukan di selokan yang tidak digunakan selama penggalian di Bon Secours Mother and Baby Home di Tuam.

Usia orang yang meninggal berkisar dari 35 minggu janin sampai tiga tahun dan sebagian besar dikuburkan pada tahun 1950-an.

Pada 2014, diketahui hampir 800 mayat bayi diyakini telah dikuburkan di tangki beton di samping bekas rumah tersebut.

Perdana Menteri (PM) Enda Kenny menggambarkan situs pemakaman sebagai “ruang yang mengerikan”.


Dari tahun 1921 hingga 1961 (ketika ditutup), 978 anak meninggal di Tuam, 80 persen berusia di bawah 12 bulan, 67 persen anak berusia antara satu bulan dan enam bulan.

Tiga perempat dari anak-anak itu meninggal pada tahun 1930-an dan 40-an. Adapun tahun-tahun paling mematikan tercatat tahun 1943 dan 1947.

Laporan itu memilih rumah tersebut karena kondisi fisik yang mengerikan.

Laporan itu menyebutkan lebih dari satu dari 10 anak yang dirawat di rumah itu meninggal.

Komisi independen yang menyelidiki hal itu mengatakan penyebab utama kematian adalah infeksi saluran pernapasan dan gastroenteritis.

“Ketiadaan staf profesional, ditambah dengan apa yang harus diakui sebagai ketidakpedulian umum terhadap nasib anak-anak yang lahir di rumah ibu dan bayi, berkontribusi pada tingkat kematian bayi yang mengerikan,” terangnya, dikutip Daily Mail.

Khusus di Irlandia, proporsi jumlah wanita yang tinggal di rumah itu disebut yang tertinggi di dunia pada abad ke-20.

Rumah ini dijalankan oleh lembaga agama dan diawasi oleh Pemerintah.

Wanita yang masuk ke rumah ini adalah wanita yang hamil dan memiliki bayi di luar pernikahan.

“Tingkat kematian bayi yang tinggi (tahun pertama kehidupan) di rumah ibu dan bayi di Irlandia mungkin adalah fitur yang paling mengganggu dari lembaga-lembaga ini,” ungkap laporan Komisi Investigasi Ke Rumah Ibu dan Bayi.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa angka kematian yang tinggi diketahui oleh pihak berwenang baik lokal maupun nasional dan bahkan dijelaskan dalam laporan publik,” jelasnya.

“Sekitar 9.000 anak meninggal di institusi yang sedang diselidiki – sekitar 15% dari semua anak yang berada di institusi tersebut,” jelasnya.

Pada 1943, 75% anak yang lahir atau yang dirawat di rumah Bessborough di Cork meninggal.

Komisi mengatakan sebelum tahun 1960, rumah-rumah tersebut tidak menyelamatkan nyawa anak-anak di luar pernikahan. Bahkan anak-anak ini lebih mungkin meninggal di dalam institusi daripada di luar .

Laporan tersebut mengatakan Irlandia merupakan negara yang sangat “dingin dan keras” bagi wanita. Semua wanita mengalami diskriminasi serius.

“Wanita yang melahirkan di luar nikah menjadi sasaran perlakuan yang sangat keras,” terang laporan itu.

Taoiseach Micheal Martin mengakui itu adalah masa tekanan masyarakat dan gereja terhadap ibu yang belum menikah sejak beberapa dekade yang lalu.

1
2

  • #Gereja Katolik
  • #Irlandia
  • #Brutal
  • #Bayi di luar pernikahan
  • #Kematian Bayi

Next Post

Sudah 4 Korban Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi, Berikut Data Lengkapnya

الأربعاء يناير 13 , 2021
JAKARTA – Rumah Sakit (RS) Polri Jakarta Timur hingga Selasa 12 Januari 2021 berhasil mengidentifikasi empat korban insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto mengatakan, identifikasi itu bisa dipertanggungjawabkan lantaran ditemukan adanya 12 titik kesamaan dari sidik jari […]