55 Orang Terjaring Razia Masker di Jagakarsa, 2 Pelanggar Didenda Rp500 Ribu

https: img.okezone.com content 2020 08 26 338 2268054 55-orang-terjaring-razia-masker-di-jagakarsa-2-pelanggar-didenda-rp500-ribu-np4RWkQ4qi.jpg

JAKARTA – Pihak Kecamatan Jagakarsa menggelar razia penggunaan masker di kawasan Jalan M Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Tercatat, ada 55 orang yang dikenakan sanksi karena tak memakai masker.

Wakil Camat Jagakarsa, Ahmad Gozaly mengatakan, razia penggunaan masker itu dilakukan pada Rabu (26/8/2020) ini di kawasan Jalan M Kahfi, Cipedak, Jagakarsa dengan melibatkan 44 personel gabungan dari kecamatan, Satpol PP, Damkar, Dishub, dan Polisi. Razia itu dilakukan demi penegakan Pergub DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian coronavirus desease (Covid-19) 2019.

“Total ada 55 pelanggar PSBB Transisi, rinciannya ada 2 pelanggar yang dikenakan sanksi administrasi atau denda senilai Rp500 ribu karena tak menggunakan masker,” ujarnya pada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: DPRD DKI: Kalau Bioskop Dibuka, Tolong Pertimbangkan Dampaknya!

Sedangkan 53 pelanggar lainnya, kata dia, dikenakan sanksi kerja sosial karena tak menggunakan masker di PSBB Transisi. Ke depan, pihaknya pun bakal terus melakukan operasi tertib masker dan melakukan imbauan demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Operasi tertib masker akan terus kita lakukan di wilayah Jagakarsa sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian coronavirus desease 2019,” katanya.

Baca Juga: Tak Bermasker Disanksi Rp1 Juta, DPRD DKI Singgung Emak-Emak Belanja Sayur

(Ari)

  • # PSBB Transisi
  • #Corona Virus
  • #Covid-19
  • #Razia Masker
  • #Virus Corona

Next Post

Masyarakat disebut terancam tak lagi bebas gunakan fitur siaran medsos

Rab Agu 26 , 2020
Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut apabila permohonan pengujian Undang-Undang Penyiaran dikabulkan, masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran dalam platform media sosial karena terbatasi hanya lembaga penyiaran yang berizin. "Perluasan definisi penyiaran akan mengklasifikasikan kegiatan seperti Instagram TV, Instagram Live, Facebook Live, Youtube Live, dan penyaluran konten […]