5 Fakta Mengejutkan 6 Laskar FPI, Donasi Rp1 Miliar hingga Pelangi saat Pemakaman

https: img.okezone.com content 2020 12 11 337 2325542 5-fakta-mengejutkan-6-laskar-fpi-donasi-rp1-miliar-hingga-pelangi-saat-pemakaman-XVPoqlf0er.jpg

JAKARTA – Sebanyak enam laskar khusus (Laksus) Front Pembela Islam (FPI) tewas ditembak polisi saat mengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek KM 50.

Keenam laskar tersebut Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), Muhammad Reza (20), Lutfi Hakim (24), dan Muhammad Khadavi (21). 

Okezone merangkum lima fakta dalam peristiwa tewasnya enam laskar FPI tersebut: 

1. Donasi Netizen Tembus Rp1 Miliar

Donasi bagi enam anggota laskar FPI yang ditembak sudah mencapai Rp1 Miliar. Polisi mengatakan, kejadian tersebut terjadi ketika petugas sedang mengecek informasi ada pengerahan massa terkait pemanggilan Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya. Habib Rizieq memang sedianya dijadwalkan pemeriksaan pada Senin 7 Desember 2020.

Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengatakan, ada kemungkinan jumlah donasi kepada 6 anggota laskar akan terus bertambah. “Ya ada kemungkinan bertambah,” ujar Slamet saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Handphone Masih Aktif” href=”https://nasional.okezone.com/read/2020/12/11/337/2325530/keluarga-laskar-fpi-mengaku-belum-terima-barang-korban-handphone-masih-aktif”>Keluarga Laskar FPI Mengaku Belum Terima Barang Korban: Handphone Masih Aktif

Lebih jauh, menurut Slamet nantinya donasi tersebut akan langsung diberikan kepada keluarga dari almarhum enam Laskar Khusus FPI. “Semuanya, akan kami serahkan untuk keluarga syuhada (6 laskar FPI),” bebernya.

2. Sekujur Tubuh Laskar Penuh Luka Tembak

Enam jenazah anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 sudah dimakamkan pagi tadi.

Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan, bahwa kondisi keenam jenazah tersebut banyak mengalami luka tembak di sekujur tubuh.

“Banyak (luka tembak),” kata Aziz saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/12/2020).

Hanya saja Aziz enggan merinci ihwal luka tembak yang dialami oleh enam laskar yang tewas tersebut. Menurutnya DPP FPI akan memberikan statment resmi ihwal kondisi jenazah enam laskar.

“Nanti resmi dari DPP FPI,”tukasnya.

3. Kasus Penembakan Diambil Alih Mabes Polri dan Dikawal Kompolnas

Mabes Polri mengambil alih kasus penembakan 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab dan keluarganya di Jalan Tol Cikampek, Senin 7 Desember 2020.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus yang menewaskan 6 Laskar FPI tersebut.

“Kompolnas sedang menunggu hasil pemeriksaan-pemeriksaam ersebut dan kami mengawal prosesnya. Kami berharap semua pihak menghormati proses pemeriksaannya,” kata Poengky saat dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Kamis (10/12/2020).

Dia menambahkan, pemeriksaan kepada anggota polisi yang terlibat dalam kasus tersebut masih belum selesai. Namun, Poengky memastikan bahwa Polri menggunakan scientific crime investigation guna mengusut kasus tersebut.

“Pemeriksaannya masih belum selesai. Setahu saya pemeriksaannya diambil alih dari Polda Metro ke Mabes Polri. Jadi kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini, tentunya dengan menggunakan scientific crime investigation,” jelasnya.

Poengky menerangkan, Tim Propam Mabes Polri juga akan memeriksa apakah polisi yang menembak laskar FPI telah sesuai dengan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, dan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Standar dan Prinsip HAM Dalam Pelaksanaan Tugas Polri.

4. Ditemukan Jelaga di Tangan Laskar

Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa dari hasil penyidikan sementara ditemukan fakta bahwa adanya penggunaan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) di kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) yang melawan petugas di Tol Jakarta-Cikampek.

Salah satu bukti yang menguatkan, kata Listyo, adalah ditemukannya jelaga di tangan pelaku terkait dengan penyidikan kasus tersebut.

“Hasil penyidikan sementara kami peroleh fakta ditemukan senpi dan sajam titik api ditemukan penggunaaan senpi dengan didapatknya jelaga di tangan pelaku,” kata Listyo di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: DPR Tanya Laskar FPI untuk Apa? Keluarga Korban Penembakan Beri Jawaban Mengejutkan

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jelaga artinya adalah butiran arang yang halus dan lunak terjadi dari asap lampu dan sebagainya berwarna hitam. Selain itu, Listyo menyebut bahwa adanya kerusakan dari mobil aparat kepolisian ketika peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek tersebut terjadi.

“Ditemukan adanya kerusakan mobil petugas,” ujar Listyo.

5. Pelangi Hiasi Pemakaman Laskar di Megamendung

Warga Megamendung, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan beberapa video kemunculan pelangi yang indah di media sosial. Munculnya pelangi itu dikaitkan dengan penyambutan jenazah anggota Laskar FPI yang akan dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah.

Beberapa video tersebut diketahui menyebar di media sosial Whatsapp pada Selasa 8 Desember 2020. Dalam salah satu video berdurasi singkat itu memperlihatkan kemunculan pelangi yang sangat jelas menghiasi langit di kawasan Megamendung.

Terdengar pria yang merekam penampakan pelangi itu mengaitkan kemunculan pelangi pertanda baik menyambut jenazah Laskar FPI yang ditembak polisi.

“Subhanallah, inilah situasi di daerah Megamendung. Masya Allah para syuhada disambut bidadari pelangi, Masya Allah melambangkan bidadari Masya Allah, Masya Allah,” ujar pria dalam rekaman video dikutip Okezone, Rabu (9/12/2020).

Kemudian, video kemunculan pelangi lainnya juga direkam oleh warga di pinggir jalan di Megamendung. “Nih langit bagus nih. Menyambut para mujahid ini, hari ini dimakamkan di Markas Syariah. Mujahidin, Mujahidin ya Allah,” ucap pria dalam video lainnya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Asep Firman mengatakan bahwa kemunculan pelangi tersebut di kawasan Megamendung adalah fenomena yang biasa. Hal itu memang terjadi karena adanya pembiasan cahaya.

“Kejadian itu adalah hal yang biasa karena pelangi itu biasanya berasal dari pembiasan cahaya matahari melalui titik-titik air atau hujan. Dan pengamat (orang) yang membelakangi matahari itu akan melihat penampakan pelangi,” kata Asep, dikonfirmasi.

Apalagi pada bulan Desember ini, kondisi cuaca di wilayah Bogor sedang tidak menentu atau cepat berubah meski pun sudah masuk musim penghujan.

1
3

  • #Penembakan Laskar FPI
  • #habib rizieq
  • #FPI
  • #Laskar FPI
  • #Kompilasi

Next Post

Kondisi quot;Tak Masuk Akalquot; Jenazah 6 Laskar FPI Korban Penembakan

Jum Des 11 , 2020
JAKARTA – Salah satu anggota tim kuasa hukum keluarga 6 Laskar FPI, Aziz Yanuar menjelaskan kondisi para jenazah. Menurutnya, para jenazah saat diperiksa sudah dalam kondisi yang sangat memilukan. Aziz menerangkan, banyak berbagai luka yang tidak masuk akal. Bahkan, ada salah satu jenazah yang tidak disebutkan namanya kulitnya sampai tekelupas. […]