5 Fakta Jokowi Sindir Pejabat Daerah Tak Tahu Data Covid-19, Sungguh Menohok

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi warning kepada kepala daerah dan seluruh pejabat untuk paham data Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Kepala Negara tak mau ada lagi pejabat yang tak tahu angka dan parameter penanganan virus corona di daerahnya.

Berikut sejumlah fakta menarik terkait pernyataan Jokowi tersebut:

1. Sindir Pejabat Daerah

Saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se- Riau, Presiden menyindir adanya pejabat daerah yang tidak tahu angka dan parameter penanganan virus corona. Jokowi mengingatkan, para pejabat di Indonesia harus menguasai data Covid-19 agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.

Baca juga: Chaos Baru Bertindak!” href=”https://nasional.okezone.com/read/2021/05/20/337/2412760/soroti-tingginya-corona-di-riau-jokowi-jangan-tunggu-chaos-baru-bertindak”>Soroti Tingginya Corona di Riau, Jokowi: Jangan Tunggu Chaos Baru Bertindak!

“Saya datang ke daerah, tidak di Sumatera, saya tanya tidak tahu (angka parameter). Kalau angka-angka saja tidak tahu, bagaimana menyelesaikannya?” ujar Jokowi, Kamis (20/5/2021).

2. Beri Peringatan

Jokowi lantas mengingatkan agar hal tersebut tak terjadi di kemudian hari. Jokowi menegaskan akan selalu menanyakan soal kondisi kasus Covid-19 kepada pejabat daerah yang ditemuinya.

“Termasuk Pangdam dan Kapolda juga akan saya tanya, kondisi kasus aktif berapa? Semua bekerja bersama-sama,” ucapnya.

Baca juga: Jokowi: Konten Negatif Terus Bermunculan, Radikalisme Digital Harus Diwaspadai

3. Ingatkan soal 3T

Selain itu, Pemerintah daerah juga diharapkan dapat merespons kasus-kasus penularan pandemi dengan meningkatkan 3T yakni testing (pemeriksaan), tracing (penelusuran) dan treatment (perawatan).

4. Pantau BOR

Tak hanya itu, kepala daerah juga harus memantau tingkat keterisian tempat tidur perawatan atau bed occupancy ratio (BOR) di tiap-tiap rumah sakit.

“Riau berada di nomor dua (peringkat BOR) setelah Sumatera Utara. Sumatera Utara 55 persen, di Riau 53 persen, meski tadi dilaporkan sudah turun di angka 47 persen. Tapi perlu diturunkan lagi karena BOR nasional adalah 29 persen,” ujar Presiden.

Artinya, pihak-pihak terkait harus berupaya maksimal untuk merawat pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah-rumah sakit untuk dapat segera kembali pulih, sehingga beban rumah sakit dapat berkurang.

5. Puji RSD Wisma Atlet Kemayoran

Jokowi mengatakan, hal serupa telah berlangsung di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran yang saat berada di puncak pandemi angka BOR mencapai 90 persen. Namun, berkat berbagai upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan setelahnya, angka tersebut berangsur turun.

“Tadi pagi saya telefon, Wisma Atlet tinggal 15 persen. Itu atas kerja sama Pangdam, Kapolda, gubernur, semuanya yang mengonsolidasikan kekuatan yang ada,” pungkasnya.

1
2
  • #Presiden jokowi
  • #Pejabat Daerah
  • #Covid-19
  • #jokowi

Next Post

Menlu Retno Marsudi : Tanggung Jawab Kita Menyelamatkan Nyawa Warga Palestina

Jum Mei 21 , 2021
MENTERI Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyerukan PBB untuk segera mengambil langkah konkret menghentikan kekerasan dan aksi militer Israel, memastikan akses kemanusiaan dan perlindungan warga sipil, serta mendorong negosiasi multilateral yang kredibel karena sesungguhnya “masyarakat internasional berutang pada bangsa Palestina.” Hal ini ditegaskannya ketika berbicara di sidang Majelis Umum PBB […]