5 Fakta Habib Rizieq Dituntut 6 Tahun Penjara dalam Kasus Tes Usap

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq dengan pidana 6 tahun penjara terkait kasus Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (3/6/2021). Selain Habib Rizieq, jaksa menuntut dua terdakwa lainnya dalam perkara ini, yaitu Hanif Alatas dan Direktur Utama RS UMMI, dr Andi Tatat.

Berikut sejumlah fakta-fakta terkait sidang tuntutan Habib Rizieq dalam perkara RS UMMI, yang dirangkum Okezone pada Jumat (4/6/2021) :

Habib Rizieq Bohong soal Positif Covid-19

Jaksa menyatakan Habib Rizieq berbohong soal hasil tes swab dirinya. Dalam video Habib Rizieq mengaku dirinya baik-baik saja, padahal hasil tes menunjukkan dirinya terpapar Covid-19.

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama enam tahun penjara,” kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Menantu Dituntut 2 Tahun Penjara

Dalam kasus ini, Muhammad Hanif Alatas dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa. Hanif disebut ikut menyebarkan berita bohong melalui aplikasi chatting soal kondisi kesehatan Habib Rizieq saat menjalani perawatan di RS UMMI.

“Hanif Alatas menyebarkan di grup WA, mengumumkan kondisi kesehatan Habib Rizieq,” kata jaksa.

Dirut RS UMMI Dituntut 2 Tahun

Jaksa menyebut Dirut RS UMMI dr Andi Tatat juga ikut terlibat dalam kebohongan soal kondisi kesehatan Habib Rizieq. Dirut RS UMMI mengetahui Habib Rizieq positif Covid-19 dari hasil tes swab MER-C.

Baca Juga : Laporan Bima Arya Berujung Tuntutan 6 Tahun Penjara untuk Habib Rizieq

“Andi Tatat mengetahui terdakwa terpapar Covid-19 namun tidak disampaikan dengan benar,” ucapnya.

Hal yang memberatkan Habib Rizieq

Jaksa juga membacakan hal-hal yang memberatkan seperti tuntutan klaim Habib Rizieq yang menyatakan dirinya sehat saat dirawat di RS UMMI Bogor menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Ia pun dianggap menghambat program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 karena menolak hasil tes swab PCR-nya dilaporkan pihak RS UMMI ke Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Pasal yang menjerat Habib Rizieq

Dalam kasus swab test RS UMMI Bogor, Habib Rizieq didakwa dengan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Baca Juga : Tuntut 6 Tahun Penjara, Jaksa: Habib Rizieq Bohong Nyatakan Diri Sehat Padahal Positif Covid-19

Subsider pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

1
2
  • #Kasus RS Ummi Bogor
  • #Sidang Habib Rizieq
  • #habib rizieq

Next Post

Soal Penambahan Kuota Haji, Dubes RI Surati Raja Salman amp; MBS

Jum Jun 4 , 2021
JAKARTA – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan bahwa dirinya sudah enam musim haji bertugas di Arab Saudi. Di mana selama enam musim itulah lobi-lobi terkait ibadah haji selalu dilakukan. Bahkan sebelunya ada pandemi kuota Indonesia mengalami penambahan sebanyak 20 ribu jamaah. “Dan kami akan […]