1.610 Aparat Jaga Sidang Praperadilan Habib Rizieq

https: img.okezone.com content 2021 01 04 337 2338257 1-610-aparat-jaga-sidang-praperadilan-habib-rizieq-lguF21ohyv.jpg

JAKARTA – Polisi mengawal ketat jalannya sidang perdana praperadilan penetapan tersangka Habib Rizieq Shihab, hari ini, Senin (4/1/2021). Sebanyak 1.610 personel gabungan akan dikerahkan guna mengamankan jalannya sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

“1.610 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemda disiagakan untuk pengamanan sidang praperadilan besok di PN Jakarta Selatan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2021).

Sebanyak ribuan personel gabungan itu diterjunkan unuk melakukan pengamanan mulai dari lokasi sidang hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal itu, untuk mengantisipasi adanya gelombang massa pendukung Habib Rizieq Shihab.

“Pengamanan mulai lokasi sidang hingga pengaturan jalur lantas,” ucapnya.

Sekadar informasi, Habib Rizieq Shihab melalui tim kuasa hukumnya resmi mendaftarkan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan atas penetapan tersangka penghasutan dan kerumunan massa.

Pihak yang digugat adalah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kepala Subditkamneg Direskrimum Polda Metro Jaya cq. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Baca juga: Sidang Praperadilan Habib Rizieq, Polisi Harap Tak Ada Massa dalam Jumlah Besar

Gugatan tersebut teregistrasi dengan nomor register: 150/pid/pra/2020/PN Jaksel. Hakim tunggal yang akan memimpin jalannya persidangan yakni, Akhmad Sahyuti dengan Panitera Pengganti Agustinus Endri.

(qlh)

Lihat juga:
Kumpulan Berita Trending dan Viral di Sini
  • #pn jaksel
  • #sidang praperadilan
  • #Argo Yuwono
  • #habib rizieq
  • #Praperadilan Habib Rizieq

Next Post

Predator Seksual Anak Bakal Dipasang Alat Pendeteksi Elektronik, Ini Penjelasannya

Sen Jan 4 , 2021
JAKARTA – Pelaku kekerasan seksual terhadap anak bakal dipasangi alat pendeteksi elektronik, sebagai antisipasi tak lagi mengulangi perbuatannya. Tindakan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 yang sudah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi).  PP tersebut berisi tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan […]