1.392 Pedagang Pasar Positif Covid-19, 55 di Antaranya Meninggal Dunia

https: img.okezone.com content 2020 09 23 337 2282170 1-392-pedagang-pasar-positif-covid-19-55-di-antaranya-meninggal-dunia-d7LTIQT4d0.jpg

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat pedagang pasar terpapar virus Corona (Covid-19) terus bertambah. Berdasarkan data Ikappi, penambahannya cukup signifikan selama beberapa pekan ini terhitung sejak September 2020.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan mengatakan, pihaknya mencatat total sekitar 1.392 pedagang pasar tepapar virus corona.

“Total ada sekitar 1.392 pedagang pasar terpapar virus corona,” ujar Reynadli dalam keterangannya kepada Okezone di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Sementara, lanjut Reynaldi, kasus pedagang pasar yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 55 orang. Jumlah tersebut bertambah 8 orang jika dibandingkan pekan lalu yaitu 47 pedagang yang meninggal karena Covid-19.

“Kasus tersebut terdapat di 27 provinsi, 97 kabupaten/kota, dan terjadi di 244 pasar,” ucapnya.

Lantaran adanya ditemukan pedagang yang terpapar virus corona membuat beberapa pasar harus ditutup sementara. Menurut data DPP Ikappi sudah terdapat 173 pasar yang pernah ditutup karena Covid-19.

“Penutupan pasar terakhir terjadi di Pasar Kayen, Pati, Jawa tengah. Juga tersebar di 27 provinsi dan 97 kabupaten/kota,” ujar Reynaldi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah bisa lebih fokus pada protokol kesehatan hingga memperkuat swab atau rapid test di seluruh pasar Indonesia.

Sementara itu, provinsi yang sudah melaksanakan tahapan swab atau rapid test adalah DKI Jakarta, Sumbar, Yogyakarta. Selebihnya, Ikappi masih mendorong pemerintah agar lebih peduli.

Selain itu, Reynaldi menyatakan, Ikappi meminta pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. Sebab, kata Reynaldi, pasar harus tetap berjalan sebagai penopang perekonomian daerah dan Pusat distribusi pangan rakyat.

Baca Juga : Pernikahan di Tangsel Tetap Tinggi Selama Pandemi Covid-19

“Kami juga mendapati bahwa ada penurunan omzet pedagang sekitar 55 sampai dengan 70 persen seluruh Indonesia, maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” tutur Reynaldi.

Baca Juga : Kasus Harian Kematian Covid-19 Pecah Rekor, Ini Pandangan Epidemiolog

1
2

  • #Klaster Pangan
  • #Pedagang Covid-19
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Corona Virus
  • #Virus Corona

Next Post

Analisis sebut KPU tinggal siapkan peraturan tentang "e-voting"

Rab Sep 23 , 2020
Semarang – Analis politik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono menyebutkan Komisi Pemilihan Umum tinggal menyiapkan Peraturan KPU tentang Pemilihan Suara Secara Elektronik karena di dalam Undang-Undang Pilkada sudah ada aturan mengenai e-voting. "Jadi, tidak perlu peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) terkait dengan pemilihan kepala daerah di 270 daerah, baik di […]