mereka ini berjualan bergantian tiap dua minggu sekali

Surabaya () – Dinas Perdagangan Kota Surabaya menyebut total transaksi penjualan di kawasan Jalan Tunjungan atau Tunjungan Romansa sejak mulai dibuka 21 November hingga 22 Desember 2022 mencapai Rp275.325.500.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati di Surabaya, Sabtu (25/12), mengatakan, program pengembangan wisata di kawasan Jalan Tunjungan menjadi salah satu jujukan warga Kota Surabaya untuk berwisata, khususnya pada malam hari.

"Pak Wali Kota Eri yang sebelumnya telah melihat potensi tersebut, kemudian menggandeng para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Surabaya untuk ikut berdagang dan meramaikan kawasan wisata Tunjungan Romansa," katanya.

Hasilnya, lanjut dia, para pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Tunjungan itu bisa meraup omzet hingga Rp2 juta per harinya. Bahkan, lanjut dia, pada hari-hari tertentu, seperti akhir pekan, mereka bisa mengantongi omzet hingga Rp5 juta per harinya.

Baca juga: Wawali ingin Jalan Tunjungan Surabaya seperti Braga dan Malioboro

Menurut dia, para pelaku UMKM yang mendapat fasilitas oleh Pemkot Surabaya adalah UMKM yang telah terkurasi. Artinya mereka adalah UMKM binaan Pemkot Surabaya dan sudah mempunyai legalitas.

"Mereka ini berjualan bergantian tiap dua minggu sekali, total ada 18 pedagang hingga minggu ini yang setiap hari buka," katanya.

Salah satu pedagang di Tunjungan Romansa, Uus, pemilik UMKM De'nil Pudding mengaku, bila Pemkot Surabaya memberikan fasilitas gratis kepada para pelaku UMKM agar dia bisa berjualan di kawasan wisata Jalan Tunjungan.

"Omset per hari saya lumayan, untuk satu hari di hari biasa mencapai Rp500 ribu ke atas. Tapi kalau hari tertentu seperti weekend bisa mencapai Rp5 juta lebih," kata Uus.

Baca juga: Meski pandemi, Pasar Tunjungan Surabaya diminta dihidupkan lagi

Baca juga: Presiden belanja oleh-oleh untuk cucu di Tunjungan Plaza

Setiap harinya, Uus membuka lapak dagangannya mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Namun, tidak sedikit para pengunjung yang mendatangi lapaknya di atas pukul 21.00 WIB, alhasil dia biasa menutup lapak dagangannya hingga pukul 21.30 WIB.

"Kalau untuk seminggu apabila dikalkulasikan bisa mencapai Rp10 juta. Kalau jam-jam ramai ini tidak tentu, kadang pengunjung ramai membeli habis magrib, kadang baru buka pembeli sudah antre," katanya.

​​​Dengan adanya fasilitas berjualan secara gratis di kawasan wisata Jalan Tunjungan, dia mengaku bersyukur. Sebab, program besutan Wali Kota Eri tersebut, telah membantu para pelaku UMKM yang ada di Kota Surabaya.

"Alhamdulillah, ini sangat membantu kalau omzet segitu, terima kasih kepada Pak Eri (Wali Kota Surabaya) sudah memberikan kesempatan untuk kami melalui program ini," ujarnya. 

Baca juga: Wali Kota Eri siapkan tempat strategis gerakkan ekonomi di Surabaya

Baca juga: Pemkot Surabaya dan GoTo ajak UMKM manfaatkan ekosistem digital
Baca juga: PDIP siap munculkan UMKM dan ekonomi kreatif baru di Surabaya

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © 2021