Jakarta () – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan mengintegrasikan aplikasi Sitolaut dengan aplikasi BRISTORE dan BRIVA Web Service sebagai layanan pembayaran dan penyampaian informasi pendaftaran.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyatakan langkah ini dilakukan untuk membangkitkan dan mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program Tol Laut.

“BRI akan terus melakukan dukungan terhadap para pelaku UMKM di Indonesia salah satunya dengan mensinergikan layanan Tol Laut yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan RI,” katanya di Jakarta, Sabtu.

Program Tol Laut merupakan salah satu kebijakan strategis yang dicetuskan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan konsep pengumpulan, pengangkutan, dan pengiriman logistik kelautan antar pulau.

Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nus untuk mengurangi disparitas harga baik antar wilayah, antar pulau, antar daerah, serta memangkas biaya logistik yang mahal.

Catur menjelaskan nasabah UMKM BRI yang berjumlah lebih dari 60 persen dari total nasabah BRI atau sekitar 90 juta nasabah akan mampu memperluas pangsa pasar dan mendapat manfaat dari subsidi yang diberikan pemerintah melalui Program Tol Laut.

Baca juga: Ekonomi digital RI diprediksi naik 3x lipat, capai 124 miliar dolar AS

Integrasi ini juga dapat memudahkan pelaku usaha untuk melakukan transaksi pembayaran atas biaya pemesanan ruang muat kapal yang ditujukan kepada operator kapal secara real time online.

“Artinya dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Pembayaran BRIVA ini dapat dilakukan di seluruh unit kerja dan jaringan e-channel BRI di seluruh Indonesia serta melalui layanan aplikasi BRImo.

Ia pun memastikan BRI terus akan berkomitmen mendukung program pemerintah dengan memanfaatkan dukungan jaringan unit kerja yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

Ia berharap BRI dapat terus membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dalam melancarkan distribusi logistik khususnya kebutuhan pokok di daerah tertinggal, terluar, terdalam dan perbatasan (3TP) dengan program tol laut Kementerian Perhubungan.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © 2021