Washington () – Departemen Energi AS mengatakan pada Kamis (9/9/2021) bahwa pihaknya telah menyetujui pinjaman kedua sebesar 1,5 juta barel minyak kepada Exxon Mobil Corp dari Cadangan Minyak Strategis (SPR-Strategic Petroleum Reserve) setelah kerusakan akibat Badai Ida menghancurkan produksi minyak lepas pantai.

"Kemampuan SPR untuk melakukan pertukaran adalah alat penting yang tersedia bagi kilang-kilang untuk memperkuat rantai pasokan bahan bakar dan mengurangi gangguan setelah keadaan darurat, seperti Badai Ida," kata departemen itu di situs webnya setelah mengizinkan pinjaman tambahan ke kilang Exxon di Baton Rouge.

Exxon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Departemen tersebut sekarang telah mengesahkan pinjaman sebesar 3,3 juta barel untuk membantu penyulingan mengatasi kelangkaan minyak yang berasal dari Teluk AS.

Kamis lalu, Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengesahkan pinjaman pertama ke kilang Exxon di Baton Rouge. Hari itu juga meminjamkan 300.000 barel minyak ke kilang Placid Refining Company LLC di dekat Baton Rouge.

Tiga perempat produksi minyak Teluk Meksiko AS masih offline setelah Badai Ida mendarat lebih dari seminggu yang lalu. Ida adalah salah satu badai terburuk bagi produsen-produsen minyak sejak badai berturut-turut pada tahun 2005.

Royal Dutch Shell Plc, produsen minyak terbesar di Teluk Meksiko AS, pada Kamis (9/9/2021) membatalkan beberapa kargo ekspor karena kerusakan fasilitas lepas pantai akibat Badai Ida, menandakan hilangnya energi akan berlanjut selama berminggu-minggu.

Pemadaman listrik di fasilitas pemrosesan dan pipa darat juga telah menghalangi beberapa minyak mentah mencapai pantai, yang telah mendukung harga minyak sejak pekan lalu.

Baca juga: Sumber: Exxon-Chevron bahas merger awal 2020 namun dibatalkan

SPR memiliki stok 621,3 juta barel minyak mentah pada pekan lalu, menurut Departemen Energi, terendah sejak Agustus 2003.

SPR memiliki empat fasilitas penyimpanan utama, dua di Texas dan dua di Louisiana, untuk mengirimkan minyak mentah ke kilang-kilang terdekat untuk produksi bahan bakar. SPR dikembangkan pada 1970-an setelah embargo minyak Arab melonjakkan harga bensin, tetapi telah dialirkan baru-baru ini setelah gangguan bahan bakar yang tidak biasa seperti angin topan.

Baca juga: Harga minyak naik, dipicu penurunan cadangan AS

Baca juga: Saudi Aramco akan prioritaskan pasokan energi ke China selama 50 tahun
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © 2021