Zona Oranye Berkurang, Gubernur Banten Tetap Ingatkan Disiplin Prokes

Gubernur Banten Wahidin Halim

Jakarta

Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan perkembangan daerah zona oranye penyebaran COVID-19 di Banten yang berkurang dari delapan menjadi enam kabupaten/kota.

Saat ini, dua daerah yaitu Kabupaten Tangerang dan Pandeglang telah berubah warna menjadi zona kuning. Namun, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan selalu disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Oktober 2020, Realisasi Pendapatan Pemprov Banten Capai 82,34%

“Alhamdulillah bahwa Provinsi Banten dengan hasil pemetaan dan laporan untuk COVID-19, zona oranye sudah berkurang. Sekarang untuk Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang telah keluar dari zona oranye, sekarang zona kuning,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).

Mantan Walikota Tangerang itu menegaskan walaupun kondisi semakin baik dan tingkat penyembuhan semakin tinggi, tetapi jumlah masyarakat yang terpapar juga semakin tinggi.

“Kita sudah menyentuh angka 10.000 lebih. Dalam perkembangan terakhir walaupun zona berubah warna tapi yang masuk rumah sakit trenya semakin banyak. PSBB (pembatasan sosial berskala besar) masih kita lakukan dengan pelonggaran,” katanya.

Lebih lanjut ia berpesan masyarakat tetap perlu menjalankan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, dan menjadikannya sebuah kebiasaan.

“Kalau semua bekerja sama, sadar tentunya Banten akan melepaskan diri dari zona yang mengkhawatirkan menuju zona kuning dan hijau. Mari bersama-sama kita tetap memberlakukan tindakan sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan harapan Pemerintah Provinsi Banten sejalan dengan harapan pemerintah nasional. Ia menyampaikan penyebaran kasus COVID-19 harus bisa sampai kembali ke zona hijau.

“Oleh karenanya untuk bisa mempercepat pemutusan rantai penularan COVID-19 di Banten maka gubernur terus memperpanjang (PSBB). Itu sampai mungkin zona oranye atau juga zona hijau ketika berhenti PSBB,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Ungkap Penyebab Pengangguran di Banten Bertambah

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menjelaskan meski ada pembatasan, namun PSBB yang diterapkan di Banten bukan berupa lockdown atau karantina wilayah.

Adapun PSBB di Banten tetap dilakukan dengan berbagai pelonggaran guna mendorong pemulihan sektor ekonomi dan kegiatan lainnya.

“Oleh karenanya pelonggaran itu terkait dengan sektor yang dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi. Dilakukan tentunya dengan selalu memperketat protokol kesehatan yang ada,” pungkasnya.

(ega/ega)

Next Post

Trump Pecat Menteri Pertahanan AS Lewat Twitter

Sel Nov 10 , 2020
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memecat Menteri Pertahanan Mark Esper via Twitter. “Mark Esper telah diberhentikan. Saya ingin berterima kasih kepadanya atas pengabdiannya,” tulis Trump, Senin (9/11). Esper tadinya diperkirakan akan menjabat hingga periode transisi antara sekarang dan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada akhir Januari 2021. Christopher […]