WN Malaysia Terpidana Mati Kasus Narkoba Meninggal di Lapas Lampung

Ilustrasi jenazah

Bandar Lampung

Terpidana mati kasus narkotika WNA Malaysia Ooi Swee Liew alias Ma’cik meninggal dunia di Lapas Perempuan Kelas II-A Bandar Lampung. Kini jasad Ma’cik telah dikremasi di Lampung.

“Penyebab utamanya yang kita dapat dari lapas, dia meninggal karena penyakit diabetes yang kambuh ya, karena memang sebelumnya juga dia sudah memiliki penyakit,” kata kuasa hukum Ma’cik dari LBH Masyarakat, Yosua Octavian, saat dimintai konfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Ia mengatakan Ma’cik meninggal pada 5 Agustus pukul 18.50 WIB, Ia sebelumnya dirawat di dalam lapas. Jasadnya kini telah dikremasi oleh komunitas Buddha di Lampung berdasarkan pernyataan tertulis dari keluarganya yang tinggal di Penang, Malaysia, karena tidak dapat ke Indonesia.

Baca juga: Impor Sabu Lagi, Emon Terpidana Seumur Hidup di LP Cipinang Divonis Mati

Meski begitu, Yosua menyayangkan pihak Kedubes Malaysia di Indonesia yang cenderung pasif mengenai warga negaranya yang meninggal. Ia menyatakan, hingga jasad Ma’cik dikremasi, belum ada respons dari pihak Kedubes Malaysia di RI. Justru ia menyebut pihak pengacara yang aktif berkomunikasi dengan keluarganya.

“Tetap belum, maksudnya nggak ada intervensi dari Kedubes. Kita-kita jadinya yang koordinasi,” ungkapnya.

Sementara itu, suami Ma’cik, Toor Eng Tart, yang juga terpidana mati dalam kasus yang sama, sedang menjalani pidana di Lapas Karanganyar. Yosua mengatakan awalnya Ma’cik ditahan sejak Desember 2015 saat ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat, kemudian sempat ditahan di Rutan Pondok Bambu, kemudian dipindahkan ke LP Perempuan Bandar Lampung.

Ia mengatakan Ma’cik divonis hukuman mati, tetapi meninggal terlebih dahulu sebelum dieksekusi. Dalam kasus tersebut, Yosua mengatakan Ma’cik ditipu oleh suaminya yang mengajaknya ke Indonesia untuk berobat, padahal suaminya memiliki kegiatan lain terkait narkotika hingga akhirnya menyeret istrinya.

“Itu juga yang jadi concern kami selama dalam pembelaan kita selama ini tidak bersalah. Dia justru ditipu oleh suaminya karena dijanjikan berobat oleh suaminya ke Jakarta. Tapi tanpa diketahui, ternyata suaminya ada kegiatan lain dan aktivitas lain di Jakarta yang tidak diketahuinya. Ternyata aktivitas tersebut salah satunya terkait kasus narkotika. Padahal kami sudah mengeluarkan bukti yang bersangkutan merupakan seorang pasien yang memiliki kebutuhan khusus di Malaysia,” ujarnya.

Kabar kematian Ma’cik awalnya diunggah di akun Twitter LBH Masyarakat, @LBHMasyarakat. LBH Masyarakat mengungkapkan dukacita atas meninggalnya kliennya.

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Gerindra dukung Sutina - Ado di Pilkada Mamuju

Jum Agu 7 , 2020
Mamuju – Partai Gerindra mendukung Sutinah Suhardi dan Ado Mas’ud (Sutina – Ado) pada Pilkada Mamuju 2020. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Mamuju Muhammad Reza, di Mamuju, Jumat, mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra telah mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung dan memenangkan pasangan Sutinah Suhardi dan Ado Mas’ud pada Pilkada Mamuju […]