Mukomuko () – Warga di Desa Pondok Batu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, memperbaiki lantai jembatan darurat yang rusak di wilayahnya secara swadaya agar bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan dua.

"Sabtu sore jembatan tersebut sudah bisa dilewati oleh kendaraan karena sudah diperbaiki oleh warga di wilayah tersebut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko Ramdani, di Mukomuko, Sabtu.

Jembatan di jalan provinsi yang menghubungkan Desa Pondok Batu dengan Kelurahan Pasar Mukomuko dan desa lain di Kecamatan Kota Mukomuko ambruk pada Selasa (18/5).

Kemudian pemerintah provinsi membangun jembatan darurat yang berada di samping kantor PDAM daerah ini agar bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan roda dua.

Menurut Ramdani, jembatan darurat tersebut roboh disebabkan, salah satunya, kapasitas mobil truk yang bermuatan tandan buah segar kelapa sawit berlebih melintas di atasnya.

"Memang beberapa hari ini banjir melanda wilayah ini tapi kalau saya melihatnya 70 persen dipengaruhi oleh kendaraan muatan sawit. Kita bisa lihat sendiri mobil yang masuk ke sana," ujarnya pula.

Menurutnya, mungkin masyarakat perlu membatasi kapasitas kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. Kalau mau mengisi muatan kendaraan cukup lima hingga enam ton.

"Kita sudah sampaikan kepada masyarakat di wilayah ini agar mereka membatasi angkutan kendaraan yang mengangkut tandan buah segar kelapa sawit melintasi jembatan darurat ini karena kapasitas jembatan ini terbatas," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah setempat sudah mengusulkan pembangunan jembatan tersebut ke pemerintah provinsi karena status jembatan tersebut berada di jalan provinsi di daerah ini.

"Sekarang ini masih tahap usulan, kita telah mengusulkan pembangunan jembatan itu ke pemerintah provinsi, dan pemerintah provinsi juga telah mengusulkan pembangunan jembatan di Desa Pondok Batu tersebut," ujarnya pula.*

Baca juga: BPBD: Jembatan di Kabupaten Simeulue ambruk dihantam banjir

Baca juga: Jembatan penghubung Aceh Timur dan Gayo Lues ambruk diterjang banjir

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © 2022