Banda Aceh () – Universitas Syiah Kuala menjalin kerja sama dalam pengembangan kearsipan dan pendidikan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Wakil Rektor I USK Prof Marwan di Darussalam, Jumat mengatakan, ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pengembangan pusat studi arsip kebencanaan/arsip tsunami, pembentukan program pendidikan vokasi kearsipan dan penyelenggaraan lembaga kearsipan perguruan tinggi.

Kemudian implementasi pengelolaan arsip dinamis dan statis berbasis teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia kearsipan, dan pengembangan Program Arsip Digital Tsunami Aceh (DATA).

“Secara sumber daya, USK juga sangat siap untuk mendukung data arsip Tsunami Aceh dan dunia. Di mana semua ini dapat menjadi cikal bakal Center Knowledge kebencanaan dunia,” kata Prof. Marwan.

Baca juga: 370 Mahasiswa USK ikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Kepala ANRI Imam Gunarto mengatakan, ANRI telah diamanahkan untuk menjaga arsip kebencanaan.

“Arsip tersebut tidak cukup hanya disimpan tapi harus mampu menjadi media pembelajaran,” katanya.

Baca juga: Komnas HAM: Nama dosen USK Saiful Mahdi harus dipulihkan

Ia menilai kolaborasi dengan USK tersebut sangatlah tepat, sebab perguruan tinggi tersebut memiliki keunggulan dalam riset-riset kebencanaan.
“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk USK agar semua arsip (kebencanaan) ini dapat menjadi memori dunia. Karena begitu diakui sebagai memori dunia, maka tidak akan diklaim oleh negara mana pun,” katanya.

Dalam Kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Seminar dengan tema “Menuju Pusat Arsip Kebencanaan Dunia”, yang menghadirkan empat narasumber yaitu Kepala ANRI, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Kepala Badan Kepegawaian Negara Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS, dan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Drs. Muhammad Syarif Bando, MM.

Baca juga: Hikayat Aceh masuk nominasi MoW

Rektor USK, Prof Samsul Rizal mengatakan, selama ini USK telah berperan aktif dalam upaya-upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Termasuk di nya mendirikan, pusat riset kebencanaan dan memasukan materi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan.

Rektor mengatakan arsip kebencanaan tidak boleh dipandang sebagai dokumen pasif. Tetapi harus digunakan secara aktif untuk bahan penelitian dan pengembangan dalam manajemen bencana.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © 2021