Tomy Winata Vs Pengusaha Bali: Menang Urusan Pidana, Kalah di Perdata

Gaya pengusaha Indonesia dan pemilik Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Tomy Winata, yang tampil santai dan tak terlihat formil, saat mengunjungi rehabilitasi Harimau Sumatera, di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Bandar Lampung, Minggu (1/03/2015).  Tomy Winata tampil mmemakai kaos dan lilitan handuk putih terlihat santai dan tak terlihat formil saat mengunjujngi rehabilitasi Harimau Sumatera.

Jakarta

Perlawanan hukum pengusaha Tomy Winata (TW) terhadap pengusaha Bali Harijanto Karjadi kembali kandas dalam kasus perdata. TW sebelumnya kalah dalam tingkat pertama, banding, dan kini kalah juga di kasasi.

Permohonan kasasi TW terhadap Harijanto Karjadi ditolak Mahkamah Agung (MA). Keputusan itu diketok pada Kamis (19/11) kemarin. Duduk sebagai ketua majelis Zahrul Rabain dengan anggota majelis Rahmi Mulyati dan Ibrahim.

“Tolak,” demikian bunyi amar singkat putusan kasasi yang dilansir di website MA, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Kasasi Tomy Winata Lawan Pengusaha Bali Harijanto Karjadi Ditolak MA

Kasus ini bermula saat TW membeli hak piutang PT Geria Wijaya Prestige (GWP) dari Bank CCB Indonesia. Bank CCB diketahui merupakan salah satu bank konsorsium yang mengambil alih piutang dari Bank Multicor, yang sempat memberikan utang ke PT GWP untuk pembangunan Hotel Kuta Paradiso.

TW membeli piutang PT GWP senilai USD 2 juta dari Bank CCBI seharga Rp 2 miliar. Salah satu alasan membeli piutang tersebut adalah TW mengaku kenal dengan Harijanto.

Belakangan, utang-piutang itu bermasalah. Harijanto mengalihkan saham yang menjadi jaminan utang kepada adiknya, Sri Karjadi. Saat TW menagih haknya, Harijanto berkelit. TW kemudian melayangkan gugatan ke PN Jakpus.

TW tidak terima dengan putusan PN Jakpus dan mengajukan banding. Majelis tinggi bergeming. Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 18 Juli 2019 NOmor 223/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst.

Baca juga: Hartono Karjadi, DPO Pemalsuan Akta Bisnis Tomy Winata Ditangkap

Duduk sebagai ketua majelis Sunaryo dengan anggota I Nyoman Adi Juliasa dan Indah Sulistyowati. Menurut majelis, kasus itu lebih tepat diselesaikan dengan mengajukan keberatan terhadap Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Cara terakhir dipakai TW, yaitu dengan mengajukan kasasi. Tapi lagi-lagi, TW kalah untuk ketiga kalinya di tingkat kasasi itu.

TW juga menempuh jalur pidana dengan melaporkan Harijanto Karjadi ke aparat penegak hukum. Di tingkat kasasi, Harijanto dihukum 2 tahun penjara. Putusan diketok oleh ketua majelis Sri Murwahyuni dengan hakim anggota Eddy Armu dan Gazalba Saleh.

“Dalam penjatuhan putusan dalam perkara tersebut terjadi dissenting opinion (DO) oleh hakim anggota (P2/Gazalba Saleh),” kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro beberapa waktu lalu.

TW ternyata pernah menang terhadap Harijanto Karjadi dalam kasus pidana. Simak berita selengkapnya di halaman berikut

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

TB Hasanuddin: Usulan pembubaran FPI perlu direspons negara

Jum Nov 20 , 2020
Jakarta – Politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin menilai usulan pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang kembali mengemuka di publik belakangan ini perlu direspons oleh negara. "Saya kira ini harus direspons negara. Bila ternyata nanti secara hukum ormas FPI ini terbukti melanggar dan kemudian harus dibubarkan, maka bubarkan saja tak […]