Teman Dekat Zumi Zola Kembali Jadi Saksi Korupsi Uang Ketok Palu Jambi

Cecep gunakan pakaian putih saat jadi saksi korupsi

Jakarta

Pengadilan Tipikor Jambi kembali melanjutkan sidang kasus uang ketok palu RAPBD Jambi 2017-2018. Dalam sidang lanjutan itu, jaksa memanggil 10 orang kontraktor untuk diperiksa menjadi saksi dalam sidang lanjutan mantan Plt Kadis PUPR Jambi yakni Arfan yang telah di vonis penjara.

Disidang itu, 10 orang saksi yang dipanggil adalah Cecep Suryana, Endria Putra, Mantes Abrianto, Eka Ardi Saputro, Suarto, Rudi Lidra, Asril Hamdi, Khalis Mustiko, Agus Rubiyanto dan Arwin Rosyadi.

Baca juga: Modus Cabul Pimpinan Ponpes di Jambi: Obati Sakit sampai Ajak Mengaji

Dalam persidangan itu, saksi bernama Cecep dimintai keterangan atas persoalan kasus korupsi yang menyeret nama nya. Cecep yang kini menjabat sebagai Komisaris Indipendent BUMN Adhikarya itu dicecar pertanyaan antara hubungan dirinya dengan Arfan.

“Saya waktu itu dihubungi Pak Arfan untuk meminjam uang Rp 100 juta. Pak Arfan minta tolong minjam uang itu sudah dua kali dan itu untuk keperluan kantor di Dinas PUPR Jambi,” ujar Cecep.

Cecep yang juga merupakan orang dekat mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola itu di periksa jaksa untuk memastikan perannya di kasus itu. Selain menjadi orang dekat Zola, Cecep pada saat itu juga merupakan seorang kontraktor.

Jaksa juga ingin memastikan keterlibatan Cecep di kertas perkara yang ada. Hingga ia dipanggil untuk beberapa kalinya sebagai saksi kasus korupsi itu.

Baca juga: Kisah Zumi Zola: Dibui Kasus Ketok Palu APBD Jambi, Digugat Cerai Istri

Sementara itu, Endria yang juga selaku kontraktor mengaku disidang Tipikor pernah melakukan pencairan kepada Arfan untuk pekerjaan di Dinas PUPR Jambi dengan nominal yang ia tidak ketahui. Ia bahkan menyebutkan pada saat itu dirinya hanya sebagai wakil Direktur di PT Cipayung Bakti Mandiri yang merupakan perusahaan dari sebuah kontraktor di Jambi.

“Pencairan waktu itu ada, cuman nominal nya saya tidak tahu, karena Direktur perusahaan adalah bapak Cecep,” sebutnya dipersidangan.

Sementara kasus uang ketok palu RAPBD Jambi 2017-2018 terus berlanjut, jaksa akan terus memeriksa berbagai saksi untuk melengkapi berkas yang ada. Selain menetapkan Arfan bersalah, ada beberapa orang yang telah divonis penjara yaitu Plt Sekda Jambi Erwan Malik, lalu kontraktor Jambi Asiang.

Tidak hanya itu, beberapa mantan anggota dewan Jambi juga telah di vonis penjara dalam kasus uang ketok palu RAPBD Jambi 2017-2018 termasuk Zumi Zola yang di hukum 6 tahun penjara.

(dwia/dwia)

Next Post

Woori BMO Group Comments on Finance of America Set for IPO

Jum Okt 16 , 2020
TORONTO, ONTARIO , Oct 16, 2020 – (ACN Newswire) – Woori BMO Group has today commented on Blackstone Group-backed consumer-leading platform Finance of America Equity Capital LLC as they get set to go public with a valuation of $1.9 billion through a publicly traded special purpose acquisition company (SPAC) merger, […]