Sidang Surat Jalan Palsu, Saksi: Brigjen Prasetijo Perintahkan Buat Surat COVID

Kesaksian Eti Wahyuni, sekretaris Brigjen Prasetijo Utomo di sidang kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra

Jakarta

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi Eti Wahyuni dalam sidang kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Dalam persidangan, Eti mengaku diminta Brigjen Prasetijo Utomo membuat surat COVID.

“Untuk surat COVID saya diperintahkan Brigjen Prasetijo untuk berangkat tanggal 19 Juni,” ujar Eti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (3/11/2020).

Eti merupakan sekretaris dari Prasetijo. Eti menyebut Prasetijo meminta surat COVID untuk ke luar kota.

“Beliau bilang mau ke luar kota,” kata Eti.

Namun dia menyebut Prasetijo memintanya menghubungi Kompol Dody Jaya selaku Kepala Urusan Tata Usaha Biro Koordinator dan Pengawasan (Kaur TU Ro Korwas) PPNS Bareskrim Polri terkait identitas. Eti juga mengaku dirinya dikirimi fotokopi KTP Djoko Tjandra oleh Dody.

Baca juga: Polri Tepis Jaksa Sebut Napoleon Minta Rp 7 M buat Petinggi, Ini Kata Kejagung

“Tapi beliau mengatakan untuk minta nama pada Kompol Dody. Pak Dody mengirim saya fotokopi KTP atas nama Djoko Tjandra,” tuturnya.

Selain itu, Eti mengaku sebelumnya Prasetijo sempat meminta dirinya membuat surat COVID di tanggal 5 Juni. Saat itu, menurutnya, Prasetijo memberikan nama-nama secara langsung.

“Yang tanggal 5 saya dikasih datanya langsung sama Pak Pras. Secara lisan didikte,” kata Eti.

Eti mengatakan, dirinya lantas menghubungi dokter Sri Rejeki Ivana untuk membuat surat tersebut. Setelah surat jadi, Eti mengaku langsung menaruhnya di meja Brigjen Prasetijo.

“Untuk surat keterangan COVID saya taruh di meja beliau. Itu yang tanggal 5,” sambungnya.

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Dendam Lama Jadi Motif Pemuda di Bima Tikam Teman Sendiri hingga Tewas

Sel Nov 3 , 2020
Bima – Seorang pemuda, IM (21), di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), membunuh teman sendiri bernama Fandi Ardiansyah (23) karena motif dendam lama. Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 340 sub 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Untuk kelanjutannya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tim melakukan gelar perkara untuk menentukan […]