Sidak 12 November: 3 Berita Teraktual Hari Ini

Young depressed man

Jakarta

Kabar dari I Gede Ari Astina alias Jerinx yang mengaku siap kolaborasi dengan IDI menjadi berita paling populer hari ini. Selain itu, ada juga soal pembahasaan RUU larangan minuman beralkohol yang tengah dibahas di DPR menjadi perbincangan hangat.

Rangkuman berita itu dirangkum dalam tayangan berjudul ‘RUU MINUMAN BERALKOHOL BUAT APA SIH? SIDAK!: 12/11/2020’ yang diunggah akun YouTube CXO Media. Rangkuman berita setiap harinya dikemas secara ringan dan ditayangkan setiap pukul 21.00 WIB.

Berikut 3 berita terpopuler hari ini yang telah dirangkum:

Jerinx Siap Kolaborasi Dengan IDI Lawan COVID-19

RUU Minuman Berakhohol? Buat Siapa?

Badan Legislasi DPR tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Pembahasaan RUU itupun mendapat beragama tanggapan dari berbagai kalangan.

Dalam RUU itu bakal diatur mengenai sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol.Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman Beralkohol seperti dilihat com, Kamis (12/11/2020), sanksi pidana bagi peminum minuman beralkohol diatur dalam Pasal 20. Bunyinya adalah:

Setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit (3) tiga bulan paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling sedikit Rp 10.000.000 (sepuluh juta) dan paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Baca juga: Golkar Belum Bisa Terima RUU Larangan Minuman Alkohol, Singgung Potensi PHK

Sementara itu, pasal 7 yang dimaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol berbunyi:

Setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.

Pasal 4 yang dimaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol terdiri dari 2 ayat. Bunyinya adalah sebagai berikut:

(1) Minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:
a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan
C. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).
(2) Setiap minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang minuman beralkohol yang meliputi:
a. Minuman beralkohol tradisional; dan
b. Minuman beralkohol campuran atau racikan.

Baca juga: Polling: Setuju Nggak Minuman Beralkohol Dilarang di Indonesia?

RUU Larangan Minuman Beralkohol juga mengatur larangan memasukkan hingga menjual minuman beralkohol. Sanksi pidana atau denda hingga Rp 1 miliar menanti orang-orang yang melanggar ketentuan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini.

Pasal 19
Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit (2) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Larangan ini tidak berlaku untuk sejumlah kepentingan terbatas, termasuk ritual agama.
Dalam Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol seperti dilihat com, Kamis (12/11/2020), aturan Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7 dinyatakan tak berlaku untuk kepentingan terbatas. Begini bunyi Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol:

Pasal 8
(1) Larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.
(2) Kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. kepentingan adat;
b. ritual keagamaan;
c. wisatawan;
d. farmasi; dan
e. tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan Pemerintah.

Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Teganya Pelaku Bakar Pria Saat Pulang ke Rumah Masih Jadi Tanda Tanya

Kam Nov 12 , 2020
Medan – Polisi menangkap pelaku terkait pembakaran seorang pria di Medan bernama Ridwan (30) ketika hendak pulang ke rumahnya. Pihak kepolisian masih belum menjelaskan soal pembakaran tersebut. Kapolsek Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan peristiwa itu diduga terjadi saat Ridwan, warga Jalan Pendidikan, Cinta Damai, Medan Helvetia, hendak pulang ke rumahnya. […]