Jakarta () – Dalam sepekan ini, kasus penularan COVID-19 kembali naik, kasus gangguan ginjal akut pada anak melandai, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan masih mendapati penjualan via daring produk obat sirop mengandung bahan berbahaya.

Selain itu ada warta mengenai syarat vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah dan vaksinasi COVID-19 yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu bertambah 4.717 menjadi total 6.517.630 kasus. Tambahan kasus paling banyak berasal dari DKI Jakarta (1.859). Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meminta pemerintah daerah dan warga mewaspadai kenaikan kasus COVID-19 akibat persebaran varian-varian baru virus corona.

IDI anjurkan vaksinasi dosis ketiga untuk hindari COVID-19

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan menganjurkan warga untuk menjalani vaksinasi dosis ketiga atau dosis penguat untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan virus corona penyebab COVID-19 beserta varian-variannya.

Kasus kematian akibat gangguan ginjal akut menurun

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengemukakan bahwa kasus kematian akibat gangguan ginjal akut pada anak cenderung menurun setelah pemerintah menginstruksikan penghentian produk obat sirop dan menjalankan intervensi penanggulangan yang lain.

BPOM temukan 6.001 tautan terkait penjualan obat yang berisiko merusak ginjal

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 6.001 tautan yang berkaitan dengan penjualan produk sirop obat terkontaminasi zat berbahaya yang berisiko merusak ginjal di situs web, media sosial, dan perniagaan daring.

Arab Saudi masih wajibkan vaksinasi meningitis bagi jamaah Indonesia

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi masih mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jamaah Indonesia yang hendak menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah.
 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2022