Semarang Jadi Salah Satu Kota Mahasiswa Terbaik, Ini Kata Megawati

pemkot semarang

Jakarta

Di momen Hari Pahlawan, tiga daerah yang dipimpin oleh kader PDI Perjuangan (PDIP) dinobatkan sebagai ‘Kota Mahasiswa’ atau ‘City Of Intellectual’. Ketiga daerah tersebut ialah Kota Semarang yang dipimpin Hendrar Prihadi (Hendi), Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.

Penghargaan tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas. Adapun pemberian penghargaan dilakukan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri secara virtual.

“Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Doa Para Publik Figur untuk Walkot Semarang Hendi yang Positif Corona

Megawati menyampaikan para kepala daerah bisa memembangun kotanya menjadi City Of Intellectual karena partai mengajarkan cara menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat.

“Saya bilang ke Hendi, ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi,” katanya.

Selain itu, Megawati berpesan kepada Rudy untuk memahami kebutuhan rakyatnya agar masyarakat Solo merasa nyaman.

“Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau sholat subuh, kembali sholat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Tapi intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati menyayangkan Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta, yang justru belum masuk kategori City Of Intellectual. Hal ini mengingat prasasti yang pertama kali menyampaikan visi ‘Kota Mahasiswa’ berada di kampus tersebut.

“Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi City Of Intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau kemana,” katanya.

Selain itu, ia menyayangkan kondisi Jakarta saat ini. Menurutnya, Jakarta bisa menjadi City Of Intellectual.

“Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1950. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul. Karena apa? Seharusnya jadi City Of Intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan-nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Megawati kembali mengingatkan kembali soal visi Kota Mahasiswa atau City of Intellectual yang dicetuskan oleh Proklamator RI Bung Karno pada 15 September 1953.

Sebagaimana diketahui, Bung Karno pertama kali menyebutkan Kota Mahasiswa saat menandatangani prasasti gedung UNJ tahun 1953. Namun, visi tersebut belum dipahami hingga pada 2010, masyarakat internasional mengenalnya saat Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

QS menjelaskan satu kota disebut sebagai Kota Mahasiswa jika kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi, yang melayani masyarakatnya berpenduduk lebih 250 ribu jiwa.

Kriteria lainnya adalah hadirnya mahasiswa internasional dengan pertimbangan bahwa kota itu ramah terhadap perbedaan latar belakang budaya, gaya hidup yang toleran, dan inklusif, serta aman, tidak ada konflik, nyaman, dan memiliki banyak peluang kerja.

Baca juga: Hendi Dirawat karena COVID-19, Agenda Kampanye Tetap Jalan

Selanjutnya, keterjangkauan terkait biaya kuliah dan biaya hidup, dan ketersediaan transportasi publik maupun kemudahan bepergian, serta keindahannya juga menjadi aspek penting dalam hal ini.

“Hal ini berarti pemikiran Bapak Soekarno 50 tahun lebih maju dibandingkan dengan perkembangan pemikiran internasional saat ini yang baru melakukan pemeringkatan Kota Mahasiswa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara penghargaan tersebut turut hadir Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat.

(ega/ega)

Next Post

Bima Arya: Kita Perlu Pahlawan Kekinian yang Peduli Lingkungan

Sel Nov 10 , 2020
Depok – Momentum Hari Pahlawan dimanfaatkan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menyusuri Sungai Ciliwung selama dua hari. Hal ini dilakukannya untuk mengkampayekan kesadaran lingkungan hidup sekaligus memetakan titik potensi banjir. “Hari ini Hari Pahlawan, pesan kita adalah bahwa hari ini kita perlu pahlawan-pahlawan kekinian yang lebih peduli sama lingkungan, […]