Kami guru di daerah terluar berlatih public speaking sangat bermanfaat

Jakarta () – Sebanyak 50 guru dari berbagai daerah di Tanah Air mendapatkan pelatihan public speaking atau keterampilan berbahasa yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mentransfer ilmunya pada siswa.
 

“Kemampuan berbicara di depan public menjadi penting bagi seorang guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada para siswa-siswinya. Namun demikian berbicara di depan publik secara lisan membutuhkan seni berkomunikasi tersendiri, hal ini terkait dengan ruang lingkup dan teknik public speaking itu sendiri,” ujar Kepala Biro Humas Universitas Mercu Buana, Riki Arswendi MIkom, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.
 

Dia menambahkan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Pelatihan tersebut diselenggarakan secara daring.
 

“Kami membatasi peserta acara pelatihan ini hanya 50 orang guru, karena saya mengharapkan mereka langsung melakukan praktik public speaking,” kata dia.
 

Materi yang diajarkan dalam pelatihan tersebut mempelajari sejumlah teknik public speaking meliputi praktik pembawa acara, pembaca berita, penyiar, presenter, dan sebagainya.
 

“Para peserta lebih banyak tertarik untuk mempelajari teknik master of ceremony. Mungkin karena hal ini berkaitan dengan aktivitas mereka di sekolah masing-masing,” sambung Riki.
 

Guru SMPN15 Pulau Morotai, Maluku Utara, Surahman Raja SPd, mengaku senang mengikuti acara pelatihan itu meskipun dilakukan secara daring.
 

“Saya berkesempatan untuk belajar menjadi MC dengan melakukan praktik secara langsung, dan mendapat bimbingan dari seorang dosen sekaligus praktisi,” kata Surahman.
 

Guru SMA Muhammadiyah, Nunukan, Kalimantan Utara, Indrawati, SPd, berharap kemampuan public speaking sangat dibutuhkan oleh guru dan berharap acara seperti itu rutin diselenggarakan.
 

“Bagi kami guru di daerah terluar Indonesia, mendapatkan kesempatan berlatih public speaking secara langsung sangat bermanfaat,” kata Indrawati.

 

Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © 2022