Progres Pembangkit 90%, PLTGU Jawa-1 Ditarget Beroperasi Desember 2021

PLTGU Jawa-1

Jakarta

PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) menerima kunjungan Tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1.

Adapun kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kemajuan proyek PLTGU, yang berkapasitas 1.760 megawatt (MW). Proyek yang berlokasi di Desa Cilamaya, Karawang ini ditargetkan akan beroperasi pada Desember 2021.

“Saya mengikuti perkembangan pekerjaan PLTGU ini sejak groundbreaking, dan kami sangat mengapresiasi kinerja proyek yang telah menunjukkan kemajuan signifikan sampai dengan hari ini”, ujar Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur, Sunandar dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Gandeng Tokopedia, Pertamina Dorong UMKM Binaan Go Digital

Sementara itu, Corporate Secretary PPI, Dicky Septriadi menyampaikan hingga saat ini kemajuan konstruksi pembangkit sudah berjalan sekitar 90 persen. Sedangkan untuk konstruksi kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sudah mencapai progress 98,5 persen.

Ia menyampaikan sesuai target, Commercial Operation Date (COD) akan dilakukan pada Desember 2021.

“Melihat progress yang ada, PPI masih sangat yakin dengan komitmen yang sama, yakni target COD di Desember 2021. Mohon doa dan dukungannya agar semua berjalan sesuai rencana,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Sunandar juga menyampaikan protokol kesehatan telah diterapkan secara ketat. Seluruh pelaksanaan proyek juga telah mematuhi protokol COVID-19, seperti rutin medical screening, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca juga: Total Rp 1,1 Miliar Bantuan Modal Dikucurkan ke 13 UMKM di Sorong

Menurutnya, hal tersebut sangat menunjang kelangsungan kinerja proyek sesuai dengan target tanpa melupakan faktor kesehatan.

“Pemberlakuan protokol kesehatan di sini sangat bagus dan dikelola secara ketat. Seperti contoh sejak datang, Saya wajib ke klinik untuk medical screening, lalu diwajibkan menggunakan masker dan perusahaan menyediakan fasilitas pendukung lainnya seperti hand sanitizer, wastafel cuci tangan dan lain-lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan proyek PLTGU Jawa-1 ini dilakukan melalui dua unit usaha yakni PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR). Adapun kepemilikan saham JSP dimiliki oleh konsorsium PPI (40%), Marubeni (40%), dan Sojitz (20%). Sedangkan saham JSR dimiliki oleh konsorsium PPI (26%), Marubeni (20%), Sojitz (10%), PT Humpuss Intermoda Transportasi (25%) dan Mitsui OSK Lines (MOL) 19%.

(prf/ega)

Next Post

Tommy Sumardi Bantah Bawa Nama Kabareskrim dan Azis saat Ketemu Napoleon

الثلاثاء نوفمبر 24 , 2020
Jakarta – Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, membantah kesaksian mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang menyebut Tommy membawa-bawa nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin dalam pertemuan keduanya. Tommy mengatakan tidak menyebut nama siapa pun. Awalnya, dalam keterangannya […]