Polres Jakarta Utara Amankan 155 Orang yang Akan Demo ke DPR

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 155 orang yang berniat untuk aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR.

Jakarta

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 155 orang yang akan berangkat ke depan Gedung DPR untuk unjuk rasa (unras). Mereka berasal dari kalangan pelajar hingga kelompok buruh

“13 Oktober 2020 pukul 12.30 WIB, Polres Metro Jakarta Utara telah diamankan kelompok massa dengan elemen pelajar SMP, SMA, SMK, pesantren, pengangguran, serta karyawan atau buruh yang akan berangkat ke Gedung DPR/MRP Jakarta dalam rangka aksi unras menolak omnibus law dari wilayah Jakarta Utara,” ujar Kapolres Jakut Kombes Sudjarwoko, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).

“Jumlah massa yang diamankan sebanyak 155 orang,” ujarnya.

Dari data pihak kepolisian, 155 orang tersebut terdiri dari 2 pelajar SD, 11 pelajar SMP, 57 pelajar SMA, 5 orang putus sekolah, 4 mahasiswa. Selain itu, ada 36 karyawan atau buruh, dan 40 tuna karya atau pengangguran.

Baca juga: Hendak Ikut Demo di Istana, 5 Pelajar di Jakut Diamankan Polisi

Menurut Sudjarwoko, polisi langsung melakukan Rapid test terhadap massa yang diamankan. Tak hanya itu, polisi juga menerapkan protokol kesehatan.

“Mengingat situasi Pandemi COVID-19, dan memperhatikan protokol kesehatan, maka pada saat pelajar dan masyarakat sipil diamankan tersebut dilakukan mencuci tangan, memberikan masker kepada yang tidak menggunakan, dilakukan rapid test oleh Urkes,” katanya.

Setelah dites, terdapat satu orang dinyatakan reaktif virus Corona.

Setelah polisi tidak menahan 150 orang yang diamankan. Mereka langsung dipulangkan setelah didata dan dibina.

“Pukul 21.00 WIB untuk pelajar, masyarakat yang diamankan, dipulangkan dengan memanggil pihak keluarga, dan menunjukkan KK selanjutnya difoto lalu dipulangkan,” ujarnya.

(aik/aik)

Next Post

BP2MI Klaim UU Cipta Kerja Lindungi Pekerja Migran

Rab Okt 14 , 2020
Jakarta – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani membantah isu soal Undang-Undang Cipta Kerja berpengaruh buruk terhadap pekerja migran Indonesia. Menurutnya, UU Cipta Kerja justru melindungi pekerja migran Indonesia. “Justru semangat untuk membuka lapangan kerja dari pemerintah harus kita dukung bersama. Tatkala lapangan terbuka luas, kita semua […]