Polisi Militer Ikut Olah TKP Kematian Briptu Andry di Jaktim, Ada Apa?

Polisi militer terlibat olah TKP kematian Briptu Andry Budi

Jakarta

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP terkait kematian Briptu Andry Budi Wibowo (29) di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Dalam olah TKP itu, Polisi Militer (POM) ikut terlibat. Ada apa?

Olah TKP tersebut dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres Jaktim di Jalan Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jaktim, Kamis (17/9) sore. Wakapolres Jakarta Timur, AKBP Stefanus Tamuntuan juga hadir dalam proses olah TKP tersebut.

Sejumlah polisi mengukur jalan dengan alat meteran. Polisi juga membuat tanda di aspal dengan pilox dan mencatat dalam buku catatan..

Sekitar pukul 16.28 WIB, 5 anggota POM TNI datang ke TKP tewasnya Andry. Kehadiran POM TNI ini tampak untuk membantu kepolisian yang sedang melakukan olah TKP.

Polisi pun menerima kehadiran anggota POM TNI ini dan bersama-sama melakukan olah TKP. Sesekali tampak POM TNI dan anggota polisi berdiskusi.

Tak lama, pengukuran dilakukan kembali dari sisi yang lain. POM TNI pun ikut mencatat dari olah TKP yang dilakukan.

Foto: Polisi militer terlibat olah TKP kematian Briptu Andry Budi (Sachril/com)
Baca juga: Polisi Cek CCTV Selidiki Kematian Briptu Andry di Jaktim

Wakapolres Jakarta Timur, AKBP Stefanus Tamuntuan enggan memberikan komentar terkait olah TKP tersebut. Stefanus juga tidak menjawab saat ditanya soal kehadiran POM TNI tersebut.

“Tanya ke Polda (Metro Jaya). Ke kabid humas, ya,” ucap Stefanus.

Direktur Lalu Lintas Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan bahwa olah TKP dilakukan untuk mendalami soal penyebab kematian korban. Sambodo juga mengungkap adanya kejanggalan terkait kematian korban ini.

“Jadi saya ngecek ke TKP, apakah ini laka lantas, apakah ini penganiayaan, atau ini pembunuhan. Makanya untuk memastikan itu saya ke TKP dan dari hasil olah TKP, memang ada beberapa fakta-fakta yang cukup janggal,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo di Jalan Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jaktim, Kamis (17/9/2020).

Sambodo mengungkapkan, kejanggalan itu terkait posisi korban dengan motornya yang ditemukan cukup berjauhan sekitar 200 meter. Sementara Sambodo tidak juga tidak membantah bahwa kematian korban berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas.

“Ya kan saya belum menyatakan bahwa ini bukan laka lantas. Tetapi karena itu hasil penyelidikan dari reserse. Tapi kan dari kejanggalannya dari jarak ditemukannya motor ya, dengan jarak ditemukannya korban kan cukup jauh,” tuturnya.

Seperti diketahui, Briptu Andry ditemukan tewas di lokasi pada pukul 05.00 WIB, Kamis (17/9). Andry tewas mengenaskan dengan kondisi pakaian koyak.

Baca juga: Tak Ada Luka Bacok, Briptu Andry Alami Benturan di Kepala-Patah Kaki

(mea/mea)

Next Post

Polda Metro soal Kematian Briptu Andry: Antara Dibegal Atau Tabrak Lari

Jum Sep 18 , 2020
Jakarta – Polda Metro Jaya masih menyelidiki kematan Briptu Andry Budi Wibowo di Jl Sapi Perah, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menyebut ada dua kemungkinan terkait kematian korban tersebut. “Makanya ini masih didalami, apakah dia dibegal atau tabrak lari, ini masih kita dalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya […]