Pinangki Ajak Andi Irfan ke Kuala Lumpur Yakinkan Djoko Tjandra Soal Fatwa MA

Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Kejaksaan Agung dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra dari eksekusi Kejaksaan Agung atas kasus korupsi hak tagih Bank Bali. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Jakarta

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah menjelaskan bahwa jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Kuala Lumpur, Malaysia bertemu Djoko Tjandra untuk membicarakan pengurusan fatwa MA. Untuk memuluskan niatnya, Pinangki turut mengajak Andi Irfan Jaya bertemu buron 11 tahun itu.

“Yang jelas Andi Irfan itu yang bawa Pinangki ke Kuala Lumpur untuk menemui Djoko Tjandra. Mengenai peran dia yang jelas bersama-sama Pinangki bagaimana meyakinkan Djoko Tjandra untuk percaya,” kata Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar, Jl. Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Kejagung Cek Rekening Bank dan Aset Adik Jaksa Pinangki

Febri menyebut motif Pinangki turut mengajak kawannya ke Malaysia untuk meyakinkan Djoko Tjandra terhadap rencananya. Selanjutnya, diketahui bahwa terpidana kasus Cessie Bank Bali itu sempat menyetujui rencana ini dengan memberikan Pinangki uang muka sebesar USD 500 ribu melalui perantara.

“Andi Irfannya karena kawan Pinangki sehingga dibawa untuk membantu meyakinkan Djoko Tjandra,” jelasnya.

Baca juga: Kejagung: Rp 7 Miliar Diterima Pinangki DP Pengurusan Fatwa MA

Kejaksaan Agung menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya dengan pasal pemufakatan jahat. Andi diduga sebagai perantara dalam kasus suap terkait pengurusan fatwa MA.

Ketiganya dikenai Pasal 15 UU Tindak Pidana Korupsi tentang pemufakatan jahat. Berikut ini bunyi Pasal 15 tersebut:

Pasal 15

Setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 sampai dengan Pasal 14.

Baca juga: Saksi Kunci Perantara Suap Pinangki yang Meninggal Ternyata Ipar Djoko Tjandra

(lir/lir)

Next Post

Saksi Sebut Rp805 Juta yang Disita KPK dari Mantan Bupati Bengkalis untuk Fakir

Jum Sep 4 , 2020
PEKANBARU – Sidang lanjutan korupsi kasus proyek Jalan Duri-Sei Pakning dengan terdakwa mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Sejumlah saksi menyebut uang yang disita KPK di Rumah Dinas Bupati Bengkalis kala itu untuk fakir miskin. Pernyataan itu terungkap saat jaksa dari KPK mempertanyakan uang Rp805 […]