Pimpinan KPK Ungkap Tantangan Pemberantasan Korupsi di Masa Pandemi

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah), Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan) dan Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto (kiri), memberikan keterangan pers seusai melaksanakan gelar perkara atau ekspose kasus Djoko Tjandra, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Gelar perkara ini merupakan bagian koordinasi dan supervisi rencana pengambilalihan penanganan kasus suap Djoko Tjandra oleh KPK karena telah menyeret sejumlah petinggi instansi penegak hukum.

Jakarta

Sejumlah pihak menilai pemberantasan korupsi saat ini tidak berjalan alias mandek. Hal itu disebabkan minimnya penindakan atau operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menegaskan KPK masih tetap memiliki semangat untuk memberantas korupsi di Indonesia. Meskipun tak segencar dulu, upaya penyadapan terhadap ratusan nomor tetap masih dilakukan KPK.

“Ada yang katakan upaya pemberantasan korupsi itu seolah-olah mandek karena dilihat dari upaya penindakan atau minimnya OTT. Saya kira kita ketahui, upaya penyadapan masih kami lakukan, ada ratusan nomor yang sudah kami lakukan (penyadapan),” kata Alex kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Sindiran Sengit KPK untuk Vonis Anas Urbaningrum Bak Jungkat-jungkit

Alex menambahkan, upaya penindakan di KPK sedikit terhambat semenjak mewabahnya COVID-19. Situasi pandemi, lanjutnya, membuat kekuatan pegawai KPK yang bekerja di kantor berkurang.

“Tapi kekuatan SDM (sumber daya manusia) KPK sejak mewabahnya penyakit COVID praktis sekarang saja yang masuk 25 persen,” ucap Alex.

Dengan pembagian jadwal pegawai yang berkantor dan bekerja dari rumah berpengaruh atas kinerja penyadapan per harinya. Menurut dia, volume penyadapan tak bisa sebanyak saat situasi normal.

Baca juga: Artidjo Alkostar Disebut KPK di Tengah Sorotan soal Diskon Hukuman MA
Selanjutnya

Halaman
1
2

Next Post

Dilaporkan Hilang, Anak 16 Tahun di Kemayoran Diduga Diculik

Jum Okt 2 , 2020
Jakarta – Seorang anak perempuan bernama Audy (16) di Kemayoran, Jakarta Pusat dilaporkan hilang sejak 8 September 2020. Pihak keluarga menduga, korban diculik seseorang. Fachria selaku kuasa hukum mengatakan, hal itu diketahui pihak keluarga setelah melaporkan hilangnya korban ke Polsek Kemayoran pada 10 September 2020. Keluarga juga sempat membuat selebaran […]