Pimpinan Harap Pegawai Mundur dari KPK Tetap Jadi Agen Pemberantasan Korupsi

Alexander Marwata

Jakarta

KPK mencatat ada 34 pegawai mengundurkan diri sejak awal tahun 2020 hingga kini. Pimpinan KPK berharap para pegawai yang mundur itu tetap menjadi agen pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, angkat bicara terkait banyaknya pegawai KPK yang mundur. Alex tak ambil pusing soal alasan pegawai mundur itu, termasuk alasan mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, soal berubahnya kondisi politik dan hukum di lembaga antirasuah itu.

“Tidak menutup kemungkinan seperti yang disampaikan Mas Febri karena masalah prinsipil, itu juga kita terima,” kata Alex, kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: 288 Pegawai Mundur Sejak 2008, Pimpinan KPK Ungkap Alasannya

Alex menyebutkan sejumlah alasan para pegawai KPK mundur. Mulai dari alasan prinsipil hingga sorotan akan pimpinan KPK saat ini yang dinilai tidak memberikan teladan.

“Terkait masalah keteladanan pimpinan itu kan penilaian pegawai yang mundur. Tidak semua pegawai yang mundur itu alasannya karena misal keteladanan pimpinan sudah nggak ada, karena KPK sudah berubah,” kata Alex.

“Karena ada yang menyampaikan di KPK itu tidak ada keteladanan, kami bisa apa?,” imbuhnya.

Baca juga: Pimpinan KPK Ungkap Tantangan Pemberantasan Korupsi di Masa Pandemi

Meskipun begitu, Alex mengaku bahwa pegawai KPK keluar secara baik-baik. Menurutnya, semua yang keluar dari KPK rata-rata masih memiliki hubungan baik.

“Kami berharap juga Mas Febri atau siapapun yang keluar dari KPK mereka bisa juga di luar membawa nilai-nilai yang sudah diperoleh di KPK, dia bisa menjadi agen pemberantasan korupsi,” ujar Alex.

Seperti diketahui, mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengundurkan diri dari Lembaga antikorupsi itu. Salah satu yang menjadi alas an mundurnya Febri adalah kondisi politik dan hukum di KPK disebutnya telah berubah.

“Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK,” ungkap Febri, Kamis (24/9).

(azr/jbr)

Next Post

Polisi Periksa 4 Mahasiswi UINAM Korban Teror Video Call Cabul

Sab Okt 3 , 2020
MAKASSAR – Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel memanggil empat mahasiswi satu jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) untuk dimintai keterangan dalam dugaan kasus pelecehan seksual video call cabul. Hal tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Sulsel, […]