Petugas Satpol PP Positif COVID, Rumah Dinas Walkot Samarinda Ditutup

Rumah Dinas Wali Kota Samarinda ditutup sementara karena ada petugas Satpol PP yang positif COVID-19.

Samarinda

Rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Samarinda ditutup sementara karena seorang petugas Satpol PP terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Rumdin atau rumah jabatan ditutup untuk dilakukan disinfeksi.

“Sterilisasi sudah kami lakukan pada Kamis (24/9) pukul 23.00 Wita. Benar, Hal ini dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus COVID-19 di rumah jabatan Wali Kota Samarinda,” kata Plt Kepala BPBD Samarinda, Hendra AH, saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Hendra menyebutkan pihaknya menurunkan empat personel untuk melakukan sterilisasi. Beberapa tempat yang kerap dikunjungi yang bersangkutan, seperti musala, pos jaga, dan ruang aula, disemprot oleh petugas BPBD.

“Jadi kami menyemprot cairan disinfektan di lokasi yang sering dikunjungi petugas tersebut, selama 45 menit,” tutup Hendra.

Baca juga: Pemkot Samarinda Tutup Cafe di Citra Niaga yang Abai Protokol Kesehatan

Dikonfirmasi terpisah, Kabid P2P Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, Osa Rafshodia, menyatakan telah melakukan tracing terhadap kontak erat yang bersangkutan. Hasilnya, terdapat dua orang yang ikut tertular COVID-19.

“Kami sendiri langsung melakukan tracing setelah yang bersangkutan terkonfirmasi. Saat ini ada dua orang yang sudah dinyatakan positif COVID-19,” ucap Osa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (25/9).

Sebagai langkah antisipasi, keluarga dari petugas tersebut telah dibawa ke Bapelkes untuk menjalani serangkaian tes. Bahkan, kata Osa, Wali Kota Samarinda bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, sudah menjalani tes swab untuk memastikan apakah mereka tertular juga.

“Hasilnya nanti akan diinformasikan. Untuk saat ini rumjab (rumdin) akan ditutup sementara sampai dinyatakan benar-benar steril,” pungkasnya.

(aik/aik)

Next Post

Bawaslu Kediri ajak pasangan calon kampanyekan protokol kesehatan

Jum Sep 25 , 2020
Kediri – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengajak pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 untuk ikut mengkampanyekan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19. Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Ummah mengemukakan rakyat mempunyai dua hak yang sama, yakni hak kedaulatan demokrasi yang saat ini berjalan dalam […]