Target kita awalnya 25 ribu pantun, tapi ternyata tembus 35 ribu pantun,

Palembang () – Penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional XV Perguruan Tinggi Keagamaan berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pengumpulan dan penulisan pantun moderasi beragama yang menembus 35 ribu pantun.

"Target kita awalnya 25 ribu pantun, tapi ternyata tembus 35 ribu pantun," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani di Palembang, Jumat.

Ali mengatakan pantun-pantun tersebut dibuat dan dikumpulkan oleh para peserta perkemahan dan juga masyarakat umum seperti pelajar di seluruh wilayah Indonesia. Lalu dikumpulkan dan sebagian dibacakan dalam agenda perkemahan.

Seluruh pantun yang dibuat berisi soal nilai-nilai moderasi beragama. Selain itu, ada tiga penghargaan yang diberikan kepada pencipta sekaligus pengumpul pantun moderasi beragama terbanyak dari berbagai kategori.

Ketiganya yaitu UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang berhasil menghasilkan 1.503 pantun dari kategori kontingen, kategori sekolah se-Sumsel dengan total 1.311 pantun diraih SMA Negeri 17 Palembang dan untuk kategori perorangan diberikan kepada Fajar Karnizi dengan 1.500 pantun.

Sementara itu, perwakilan MURI Andre Purwandono mengatakan bahwa 35 ribu pantun ini tidak hanya masuk ke rekor Indonesia tetapi sebagai rekor dunia pengumpulan dan penulisan pantun terbanyak.

"Akan tetapi mohon maaf sebelumnya, museum rekor dunia Indonesia tidak bisa menganggap kegiatan untuk pengumpulan pantun ini sebagai rekor Indonesia. Dengan ini pada hari ini kita semua menjadi saksi kegiatan ini tidak kami catat sebagai rekor Indonesia tapi sebagai rekor dunia," ujar Andre.

Kegiatan perkemahan ini diikuti peserta sebanyak 1.176 orang dengan perincian peserta luring 444 orang, peserta daring 558 orang, pembina pendamping 116 orang dan pimpinan kontingen 58 orang yang berlangsung mulai Rabu hingga Minggu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan perkemahan wirakarya harus mewujudkan dan menguatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah-tengah keberagaman.

Ia menekankan kepada peserta akan pentingnya merawat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, para peserta harus menjadi agen moderasi selepas mengikuti perkemahan wirakarya ini.

Baca juga: Kemenag pantau prokes kegiatan Perkemahan Wirakarya lewat aplikasi
 

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © 2021