Perda Pajak Parkir-Penerangan Jalan Umum Disahkan, Anies: Pajak Parkir Jadi 30%

Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan tarif parkir kendaraan bermotor tahun ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak ingin rencana itu ditunda-tunda.

Jakarta

DPRD DKI Jakarta telah mengesahkan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pajak Parkir. Pengesahan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dengan adanya perubahan tersebut, pajak parkir yang semula sebesar 20 persen berubah menjadi 30 persen. Menurutnya, hal itu mengikuti Undang-undang Nomor 28 tahun 2009.

“Tadi kita juga mengajukan revisi atau perubahan atas Perda Pajak Parkir dan Penerangan Jalan Umum yang sudah ditetapkan. Jadi, di dalam perubahan Perda 16/2010 yang semula tarif pajak parkir semula 20 persen, sementara kita tahu di daerah lain sudah melaksanakan tarif sesuai Undang-undang 28 tahun 2009 yaitu 30 persen. Maka, dengan adanya perda barusan yang ditetapkan pajak parkir ditingkat dari 20 jadi 30 persen,” ujar Anies usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI, Senin (7/9/2020).

“Kenaikan pajak parkir ini sudah dijelaskan alasan-alasannya. Ini dari pengelola parkir kepada Pemprov. Adapun tarif parkir ditetapkan tersendiri, jadi tidak otomatis berubah,” katanya.

Baca juga: Anies Bersyukur P2APBD Disahkan Meski 4 Fraksi DPRD DKI Walkout

Selain itu, perubahan juga terjadi pada Perda Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan Umum. Pajak yang awalnya flat 2,4 persen, kini menjadi progresif.

“Kedua, tarif penerangan jalan umum yang semula flat 2,4 persen sekarang diubah jadi progresif,” katanya.

Anies mengatakan tarif penerangan jalan untuk pelayanan sosial, rumah tangga dengan daya 2.200 volt ampere tetap 2,4 persen. Sementara, bagi daya 3.500 ampere hingga 5.500 ampere naik menjadi 3 persen dan di atas 6.000 volt ampere naik 4 persen.

“Jadi untuk pelayanan sosial itu tetap 2,4 persen, untuk rumah tangga sampai 2.200 volt ampere itu 2,4 persen. Kemudian pengguna 3.500 ke atas sampai 5.500 3 persen, di atas 6.000 itu di atas 4 persen,” kata Anies.

Baca juga: Ingin Naikkan Pendapatan dari Retribusi, Anies Ajukan Raperda ke DPRD

(man/idn)

Next Post

Peran Besar Malik Fadjar dalam Reformasi amp; Modernisasi Pendidikan

Sel Sep 8 , 2020
JAKARTA – Akademisi Profesor Azyumardi Azra merasakan duka mendalam atas meninggalnya mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fadjar. Mantan Rektor UIN Jakarta ini mengatakan Malik Fadjar merupakan salah satu tokoh reformasi yang meminta Presiden Soeharto mundur dari kekuasaannya. Selain itu, Malik Fadjar pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional […]