Penjelasan Polisi soal Kasus dan Penyebab Ipar Edo Kondologit Tewas

Edo Kondologit lahir di Malanu, Sorong, 5 Agustus 1967 umur 47 tahun merupakan seorang penyanyi jazz Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai penyanyi beraliran jazz, dan kerap membawakan lagu-lagu rohani Kristen. Lewat suaranya pula Edo banyak melantunkan perdamaian melalui sejumlah organisasi sosial. Ia menikahi perempuan bernama Niar Septia Cahyana (Keko). Lewat pernikahan itulah dirinya dikarunia putri cantik, Itamar Lemuela Barbalina. File/detikFoto.

Jakarta

Polisi menjelaskan terkait hasil investigasi ipar penyanyi Edo Kondologit, George Karel Rumbino alias Riko (21), yang tewas di ruang tahanan Mapolres Sorong Kota. Riko disebut sempat dianiaya salah satu tahanan berdasarkan rekaman CCTV.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto menyampaikan Riko awalnya ditangkap atas dugaan tindak pidana kekerasan disertai pemerkosaan pada Kamis (27/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Riko yang sedang di bawah pengaruh alkohol mencuri handphone dan TV lalu terpergok oleh korban.

Saat itulah, kata Ary, terjadi saling dorong antar keduanya dan Riko pun membunuh korban dengan tali. Tidak hanya itu, Riko juga disebut sempat memperkosa korban.

“Kemudian tersangka memerkosa korban sebanyak 1 kali,” kata Ary dalam keterangannya, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Polda Papua Barat Jawab Masalah Miras yang Disinggung Edo Kondologit

Ary menyebut setelah ditangkap Riko pun sempat beberapa kali berupaya melarikan diri. Upaya pertama saat pihak kepolisian sedang mencari tali yang digunakan Riko membunuh korban. Saat itu Riko melarikan diri namun terpentok pintu kaca pada bagian kaki dan kepala.

Percobaan kedua dilakukan saat Riko hendak dibawa tim menggunakan mobil menuju ke Pelabuhan Halte Doom. Saat itu tepatnya sebelum masjid Al Jihad, tersangka yang berada di kursi belakang mobil mencoba mengambil Senpi salah satu anggota tim.

“Tim mengambil tindakan tegas terukur terhadap tersangka kemudian tersangka dibawa ke RS. Sele Be Solu untuk mendapatkan pengobatan,” ujar Ary.

Usai dari RS, Riko kemudian dibawa ke Mapolres Sorong Kota untuk diperiksa. Saat diperiksa inilah Riko mengeluh alami pusing dan dikembalikan ke tahanan.

Baca juga: Edo Kondologit Akan Surati Kapolri-Demo soal Kematian Tahanan Polres Sorong

Kemudian Riko pun saat itu sempat mengalami penganiayaan dari salah satu tahanan bernama Cece. Ary menyebut Riko sempat dianiaya di bagian dada dan wajah berulang kali.

“Sehingga piket melakukan pengecekan CCTV ruang tahanan, dan ditemukan bahwa tahanan atas nama Cece melakukan penganiayaan berulang ulang terhadap Riko pada bagian dada dan wajah berulang ulang,” ucapnya.

Sebelumnya, Edo Kondologit akan menyurati Kapolri Jenderal Idham Azis terkait kasus kematian iparnya, Riko di Polres Sorong, Papua Barat. Ia meminta pihak kepolisian menindak lanjuti kasus Riko.

“Kami selaku keluarga akan menempuh jalur resmi dengan membuat surat resmi, kita akan menyurati Kapolri untuk menyampaikan kan hal ini agar ditindaklanjuti dengan benar,” imbuh Edo ketika dihubungi, Minggu (30/8).

(maa/rfs)

Next Post

Di Pekanbaru, LaNyalla kenalkan tagline "Dari Daerah Untuk Indonesia"

Sen Agu 31 , 2020
Jadi akan menjadi mindset kami semua, bahwa kami para senator wajib memperjuangkan kepentingan daerah dengan tujuan akhir, Daerah Maju, Indonesia Maju dan Daerah Makmur, Indonesia Makmur  Pekanbaru – Tagline Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, "Dari Daerah Untuk Indonesia" untuk pertama kalinya disebut di hadapan publik oleh Ketua DPD RI AA […]