Pengendara Mengaku Penutupan Arah Puncak Hingga 11 Jam Baru Pertama Terjadi

Kondisi kendaraan saat tertahan di pintu tol Ciawi karena lalu linta Puncak Bogor ditutup.

Kabupaten Bogor

Penutupan arus lalu lintas (lalin) arah puncak saat libur panjang HUT ke 75 Republik Indonesia membuat pengendara terjebak sampai belasan jam di Tol Ciawi. Kejadian itu Disebut terjadi untuk yang pertama kali.

Salah satu pengendara mobil, Alfiani (25), sering bolak balik Jakarta-Puncak karena orang tua ada di Cipanas. Biasanya, Alfiani mengalami penutupan arus ke puncak sekitar tiga jam.

“Perkiraan saya 2-3 jam kan biasanya, ternyata nggak ada imbauan apapun, ternyata sudah mau sampai jam segini aja, jam 21.00 atau 22.00 WIB lah. Sudah 11 jam di sini, kejebak,” ucap Alfiani saat ditemui terjebak di pintu keluar Tol Ciawi, Minggu (16/8/2020).

Baca juga: Terjebak Belasan Jam di Tol Ciawi, Pengendara Nyesal Liburan di Puncak

Alfiani berangkat dari Tanjung Priok pukul 10.00 WIB. Dia terjebak sekitar pukul 11.00 WIB saat akan keluar dari Tol Ciawi.

“Berangkat dari Tanjung Priok itu pukul 10.00 WIB. Sampai sini, tek pukul 11.00 WIB tadi, paling depan, ternyata ditutup,” ujarnya.

Alfiani yang sudah sering melewati jalur puncak, baru pertama kali mengalami stak hingga belasan jam di Tol Ciawi. Dia pun menyebut polisi tidak memberikan kebijakan untuk mengurai kendaraan yang terjebak.

“Tapi saya seumur-umur, yah, baru terjadi kali ini seperti ini. Biasanya tahun lalu nggak seperti ini. Padahal jalan sudah diperluas ya, tapi tidak ada kebijakan apapun dari polisinya,” ucapnya.

Baca juga: Penjelasan Polisi Soal Lalin Arah Puncak Ditutup Berjam-jam

Kendaraan yang ditunggangi oleh Alfiani tak bisa bergerak atau putar balik. Dia hanya bisa menunggu sampai lalu lintas arah puncak kembali dibuka pada pukul 21.56 WIB.

“Tapi tidak ada kebijakan dari polisi, nggak ada omongan sedikit apapun, untuk apa, untuk apa, gitu. Untuk putar balik arah, atau apa kek, cari jalan akses keluar, tidak ada,” ujarnya.

Alfiani mengaku selama terjabak, aktifitas dari siang sampai malam hari pun dilakukan dengan keterbatasan. Kondisi jalanan yang gelap membuat keadaan tambah tidak nyaman.

“Tidak ada makanan, tidak ada rest area, tidak ada untuk istirahat,” ujarnya.

“Mau nggak mau di mobil aja, ada anak bayi mau ganti popok juga bingung. Di sini namanya tol, gelap bingung, serba salah,” ucapnya.

Terkait kemacetan yang terjadi, polisi memberikan penjelasan. Polisi menyebut terjadi ketidaktertiban pengendara di puncak.

“Ya tadi itu kan, pertama, karena arusnya ya. Arusnya, kemudian roda 2 banyak. Roda 2 di atas itu banyak yang melambung, kemudian kurang tertib. Kemudian di atas juga sempat hujan sehingga masyarakat yang berkendara roda 2 pada berhenti di pinggir jalan jadi ada hambatan. Alhamdulillah, pada malam ini sudah bisa terbuka, kedua arah bisa lancar lagi,” kata KBO Lantas Polres Bogor Iptu Ketut ketika ditemui di TMC Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor.

(aik/aik)

Next Post

Komisi I DPR Terharu TNI-BIN-Unair Hasilkan Obat Corona Jelang HUT ke-75 RI

Sen Agu 17 , 2020
Jakarta – Ketua Komisi I DRR RI Meutya Viada Hafid mendukung uji klinis obat Corona (COVID-19) hasil penelitian dari Universitas Airlangga (Unair), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Hasil penelitian ini menjadi salah satu kado bagi hari ulang tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia. […]