Surabaya () – Pemerintah Kota Surabaya gencar mempromosikan enam batik khas Kota Pahlawan, Jawa Timur, melalui beberapa kegiatan, salah satunya melalui konser musik.

"Semoga batik Surabaya akan semakin dikenal. Pembatik-pembatik Surabaya dan desainer Kota Surabaya luar biasa," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Ahad.

Tak lupa, Wali Kota Eri juga mengajak masyarakat, khususnya kepada arek-arek Suroboyo agar tidak pernah malu menggunakan Batik Surabaya. Menurut dia, batik sangat fashionable, bahkan dapat digunakan dalam acara resmi maupun santai.

"Kemanapun jangan lupa mengenakan batik Surabaya," ujar dia.

Cak Eri, panggilan lekatnya, mengaku bangga dengan kegiatan akbar bertajuk Spontanz Festival in Collaboration with Batik Surabaya yang digelar di Tunjungan Plaza pada 18 November lalu. Konser musik tersebut menjadi ajang promosi batik karya desainer Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pahlawan.

Konser menghadirkan sejumlah musisi papan atas asal ibu kota seperti di nya, Bunga Citra Lestari (BCL), Kunto Aji serta Kahitna.

"Saya senang karena di acara konser itu, seluruh penyanyi menggunakan batik Surabaya," kata Cak Eri.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan keenam batik karya UMKM Surabaya yang sebelumnya telah dipatenkan pemkot tersebut yakni, motif Sparkling, Abhi Boyo, Gembili Wonokromo, Kembang Bungur, Kintir-kintiran dan Remo Suroboyoan.

Yos mengatakan pemkot bersama semua elemen akan terus memasarkan dan mempromosikan motif-motif batik khas Surabaya.

Artis Bunga Citra Lestari (BCL) sebelumnya menyampaikan kekagumannya terhadap batik Surabaya. Bahkan, dia mengaku bangga bisa memakai Batik Surabaya saat tampil dalam konser musik bertajuk Spontanz Festival in Collaboration with Batik Surabaya.

"Buat aku sih bukannya standar, ya, tapi memang bagus, menarik, warna-warnanya juga menarik, polanya juga menarik. Jadi aku bangga hari ini aku bisa pakai Batik Surabaya," kata BCL saat itu.*

Baca juga: Dikbud Ngawi gelar lomba desain batik fosil promosikan Museum Trinil

Baca juga: Wisatawan dan mahasiswa asing belajar membatik di Surabaya

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © 2022