Pemko Banjarmasin Siapkan Jalur Khusus Sepeda di Jalan Utama

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama komunitas sepeda.

Bajarmasin

Pemerintah Kota Banjarmasin akan menata jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dan Hasan Basri. Rencana itu akan dibiayai oleh APBD Perubahan Kota Banjarmasin.

“Pembuatan jalur khusus sepeda ini bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan warga yang bersepeda. Atas dasar ini pula Pemko Banjarmasin mulai menyiapkan jalur sepeda dalam waktu dekat,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, saat menggelar Banjarmasin Night Ride, Sabtu malam (19/20/2020).

Ibnu Sina bersama komunitas gowes dan Walikota Banjarmasin, menetapkan Banjarmasin sebagai kota ramah bersepeda bertepatan dengan Hari Ulang Tahun kota Banjarmasin ke-494. Bersepeda memang sedang menjadi trend di kalangan pemuda di Banjarmasin.

“Dengan Banjarmasin sebagai kota ramah bersepeda, Hak-hak pesepeda sangat dihormati oleh pengguna jalan lain. Tentunya ada semangat mengajak warga kota untuk berubah dan menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tentunya bersepeda tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujar Ibnu Sina.

Dalam acara deklarasi tersebut, ratusan goweser mengelilingi kota saat malam atau night ride. Mereka mengajak pesepeda menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker.

Komunitas sepeda di Banjarmasin berharap dengan deklarasi kota ramah pesepeda, pemerintah kota bisa lebih peduli kepada pesepeda. Sehingga memberikan rasa aman bagi pengendara sepeda.

“Alhamdulillah, Banjarmasin ditetapkan sebagai kota ramah bersepeda, ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi kami yang selama ini hobbi bersepeda,” kata Masnur Alamsyah, salah satu anggota komunitas sepeda Banjarmasin.

(aik/aik)

Next Post

Satgas Ungkap Kendala Integrasi Data Corona: Tak Sinkron Pusat dan Daerah

الأثنين سبتمبر 21 , 2020
Jakarta – Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara tantangan terbesar Indonesia dalam menangani pandemi Corona. Ia menyebut saat ini Indonesia masih terkendala dalam mengintegrasikan data penyebaran virus corona (COVID-19). “Kendala utama dari Indonesia yang besar ini untuk kepentingan pusat tentunya adalah semua datanya harus terintegrasi jadi satu. Interoparable. […]