Moeldoko Ingin Kebaya Jadi Tren Milenial dan Usul Dijadikan Hari Nasional

Moeldoko saat Pengambilan Video Lagu Ra Mudik Ra Popo’

Jakarta

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengusulkan agar ada peringatan hari kebaya nasional. Menurutnya, kebaya dinilai bisa memperkuat identitas budaya nasional.

“Saya kira usulan Hari Kebaya Nasional perlu disiapkan, mulai dari historinya hingga latar belakangnya. Silakan disusun untuk nanti suratnya disampaikan ke Presiden Joko Widodo,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia di Kantor Bina Graha, Jakarta, Kamis (12/11). Moeldoko mengaku siap mendukung penuh Hari Kebaya Nasional dan memikirkan bersama-sama penetapan tanggalnya.

Baca juga: Moeldoko Sebut 3 Pihak yang Bisa Wakili Istana, Jubir Presiden Tak Termasuk

Untuk itu, Moeldoko meminta para generasi milenial untuk mengenakan kebaya agar menjadi sebuah tren. Ia juga berharap adanya standar kebaya yang mencirikan identitas Indonesia dan cocok dengan generasi milenial.

Ia menilai generasi milenial saat ini memang perlu ditantang untuk melakukan sesuatu yang aktualisasi agar bangga memakai kebaya. Sebab, ia mengatakan generasi menjadi menjadi kunci dalam kampanye berkebaya sehingga menjadi sebuah tren nantinya.

“Karena jenis kebaya Indonesia cukup banyak. Tapi intinya, kami siap mendukung penuh,” imbuh Moeldoko.

Ia juga berharap kebaya bisa mendapat pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).Untuk itu, perlunya penetapan jenis kebaya yang komprehensif.

Baca juga: Nyentrik Banget! Belanja ke Pasar Pakai Kebaya dan Sanggul ala Sinden

Ketua sekaligus salah satu pendiri PBI, Rahmi Hidayati menyadari perlu usaha untuk memperkenalkan kembali kebaya kepada generasi milenial. Terlebih, menurutnya, selama ini kebaya selalu indektik dengan ibu-ibu. Rahmi berharap, kebaya jadi ciri khas perempuan Indonesia.

“Seperti Sari dari India, Kimono dari Jepang. Jadi kalau orang lihat perempuan pakai kebaya, langsung menyebut dari Indonesia,” tutur Rahmi.

(ibh/ibh)

Next Post

Pilkada 2020 Ajang Memilih Pemimpin Daerah Bukan Koruptor

Jum Nov 13 , 2020
BENGKULU – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menegaskan, agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 merupakan arena pemilihan pemimpin daerah, bukan gelanggang melahirkan koruptor daerah. Pernyataan ini terungkap dalam Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) Provinsi Bengkulu, Riau, Jawa Barat (Jabar), dan Sulawesi Barat (Sulbar). Sementara untuk […]