Kab. Badung, Bali () – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyambut baik pernyataan bersama atau Joint Statement Labour 20 (L20) dan Business 20 (B20) untuk mendorong reformasi kondisi ketenagakerjaan yang lebih baik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Kabupaten Badung, Bali pada Rabu, Menaker Ida mengatakan joint statement itu memperlihatkan komitmen bersama L20 dan B20 mengejawantahkan semangat diusung Presidensi G20 Indonesia melalui tema "Recover Together, Recover Stronger".

Menaker sangat mengapresiasi joint statement B20 dan L20 yang sejalan dengan isu-isu Employment Working Group (EWG) G20 yang telah dibahas sejak awal Maret lalu.

"Saya yakin ini akan memberikan dampak yang baik di tingkat nasional dan global untuk menghadapi tantangan tenaga kerja di tengah situasi yang tidak pasti," kata Ida di G20 Labour and Employment Ministers Networking Dinner with Social Partners di Badung, Bali, Selasa (13/9).

Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan B20 berkomitmen berkontribusi memperbaiki kondisi ketenagakerjaan global melalui konsensus bersama dalam rangka menciptakan pertumbuhan yang inklusif, inovatif dan kolaboratif.

Dia menjelaskan bahwa B20 bersama L20 telah mengidentifikasi sejumlah isu yang mengemuka dan perlu diatasi bersama melalui tiga agenda utama yaitu pekerjaan yang produktif, modern, dan layak.

Agenda lain adalah mendukung perusahaan berkelanjutan untuk menciptakan kondisi upah yang layak serta menciptakan kebijakan perusahaan yang non-diskriminatif dan mendukung kesetaraan gender dalam perusahaan baik di Indonesia maupun global.

"B20 dan L20 telah berkolaborasi erat untuk mengatasi tantangan global dan geopolitical melalui penyusunan rekomendasi tripartit dalam rangka mendorong reformasi kondisi ketenagakerjaan yang lebih baik, khususnya untuk mengatasi kesenjangan peluang dan kondisi tenaga kerja negara maju dan berkembang," kata Shinta.

Baca juga: Indonesia ajak G20 buka pasar kerja untuk penyandang disabilitas

Baca juga: Menaker optimistis bursa kerja bantu pulih dari pandemi

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © 2022