Melawan Polisi, Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Kalideres Jakbar Ditembak

Ilustrasi Pencurian Rumah

Jakarta

Seorang pria berinisial AP diciduk polisi karena mencuri sejumlah barang di sebuah rumah kosong kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Aksi pencurian itu terekam CCTV.

Kasus pencurian itu dilaporkan oleh pemilik rumah yang mengaku kehilangan sejumlah barang berharga ini melaporkan ke Mapolsek Kalideres pada Selasa (17/11). Sehari setelahnya, pelaku berhasil ditangkap.

“Benar kami menangkap pencuri di rumah kosong. Saat itu rumah sedang ditinggalkan oleh korbannya,” kata Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet Riyadi, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Sehari, Bapak, Ibu dan Anak Dua Kali Terekam CCTV Mencuri di Masjid

Kanit Reskrim Polsek Kalideres Iptu Anggoro Winardi menambahkan pihaknya berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di rumah kosong tersebut.

“Dari hasil analisa kami berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Akhirnya tim bergerak ke tempat persembunyian pelaku,” ujar Anggoro.

Baca juga: Perampok yang Sekap Bu Guru di Kudus Ditangkap!

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Pelaku berusaha melawan saat penangkapan, alhasil polisi memberikan tindakan tegas terukur ke kaki kanan.

“Pelaku melawan petugas. Kami sudah berikan tembakan ke udara tapi tidak diindahkan oleh pelaku akhirnya anggota melumpuhkan dengan timah panas,” jelas Anggoro.

Baca juga: 8 Pencuri Kain Gorden di Sumedang Ditangkap

Kini pelaku masih diperiksa secara intensif guna mengetahui sudah berapa kali AP melancarkan aksi. Dari tangan pelaku polisi menyita beberapa barang bukti yang belum sempat dijual.

“Ada barang bukti obeng yang digunakan untuk congkel pintu rumah korban, sepeda motor dan Hp korban yang belum sempat dijual,” tutur Anggoro.

(eva/eva)

Next Post

Macron Peringatkan Pemimpin Muslim Prancis Terima Piagam quot;Nilai-Nilai Republikquot;

Sab Nov 21 , 2020
PRESIDEN Prancis, Emmanuel Macron, memberikan waktu dua minggu untuk para pemimpin Muslim di negara tersebut guna menerima “piagam nilai-nilai republik”. Ini sebagai bagian dari upaya luas untuk mengatasi Islam radikal. Langkah tersebut ditempuh kurang dari sebulan sejak terjadi serangan-serangan yang dikatakan dilakukan orang-orang radikal. Ultimatum Presiden Macron disampaikan pada Rabu […]